Kamis 03 Oktober 2019, 13:59 WIB

Hujan Turun Titik Api di Kalsel Berkurang

Denny Susanto | Nusantara
Hujan Turun Titik Api di Kalsel Berkurang

Antara
Ilustrasi

 

SEBARAN titik api dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan berkurang seiring mulai turunnya hujan di sejumlah wilayah dalam sepekan terakhir. BPBD Kalsel mencatat luas karhutla hingga awal Oktober mencapai 5.500 hektar dengan titik api berdasarkan pantauan satelit aqua terra sebanyak 922 titik api.

"Kita bersyukur karhutla di Kalsel mulai berkurang seiring turunnya hujan di sejumlah wilayah," tutur Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalsel, Wahyudin Ujud, Kamis (3/10), usai memimpin rapat koordinasi dan evaluasi penanganan karhutla bersama perwakilan BNPB di Banjarbaru.

Hampir setiap hari sebagian wilayah Kalsel diguyur hujan dengan intensitas sedang. Hujan sangat membantu upaya pemadaman karhutla terutama di lokasi yang jauh dan sulit dijangkau.

"Doa dan harapan kita hujan segera turun agar karhutla dapat teratasi terkabul," tambahnya.

Demikian juga kebakaran di areal lahan gambut Kalsel sebagian mulai padam. Seperti tahun-tahun sebelumnya dikatakan Wahyudin, kebakaran di lahan gambut ini dapat dipadamkan karena bantuan hujan. Pantauan Media Indonesia, sebagian besar wilayah Kalsel mulai turun hujan. Hujan biasanya turun saat menjelang sore hari.

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor sebelumnya meminta agar perusahaan perkebunan berkomitmen untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam proses pembersihan lahan perkebunan.

"Karhutla dan penanganannya menjadi tanggung jawab kita semua. Karhutla telah menimbulkan dampak kerugian yang besar," ujarnya.

baca juga: Kalteng Menetapkan Status Pemulihan Karhutla

Sementara berdasarkan data Pusat Pengendalian dan Operasional BPBD Kalsel hingga kini luas karhutla mencapai 5.500 hektar. Dengan  jumlah titik api yang muncul berdasarkan pantauan satelit aqua terra sebanyak 922 titik api. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More