Kamis 03 Oktober 2019, 13:14 WIB

Situasi Kondusif, Ekonomi Wamena Mulai Bangkit

Cahya Mulyana | Nusantara
Situasi Kondusif, Ekonomi Wamena Mulai Bangkit

ANTARA/Iwan Adisaputra
Sejumlah pedagang berjualan di Pasar Sinakma, Wamena, Papua, Rabu (2/10).

 

KONDISI keamanan di Wamena, Papua, berangsur-angsur pulih. Seluruh aktivitas warganya mulai mendekati sediakala termasuk roda ekonomi yang berputar kembali.

Pasar yang menjadi pusat kegiatan masyarakat di Jalan Irian, Wamena, sudah diramaikan pedagang yang menjajakan aneka kebutuhan pokok.

Di tengah kota, terutama di jalan Trikora sudah mulai ramai dilalui kendaraan para pegawai dan pekerja menuju ke tempat mereka bekerja.

Meski masih ada pengungsi yang bertahan di sejumlah tempat, termasuk di kantor Polres Jayawijaya dan fasilitas milik TNI di Wamena, namun mulai menggeliatnya kegiatan sehari-hari menandakan kota tersebut mulai berangsur normal.

"Situasi mulai pulih dan berangsur normal. Aparat keamanan akan terus menjaga situasi, sekaligus terus mengembangkan penyidikan untuk melakukan pengejaran terhadap para pelaku kerusuhan," ujar Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw, Kamis (3/10).

"Kemarin kami sudah menahan tujuh tersangka, dan kita akan terus mengejar pelaku lainnya demi sama-sama menegakkan hukum," kata Paulus.

Pemulihan Wamena, baik dalam hal ekonomi dan sosial diharapkan berjalan dengan cepat.

Hal itu tak hanya didasari karena sebelumnya di Wamena tidak pernah terjadi konflik horizontal karena antara warga asli dan pendatang sudah lebih dari 20 tahun hidup bersama, namun juga masyarakat di kota tersebut tengah berupaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang dalam tiga tahun terakhir terus meningkat.

Termasuk perdagangan bahan kebutuhan pokok yang memberikan kontribusi kedua terbesar, 16,5% bagi perekonomian Wamena, setelah sektor transportasi dan pergudangan yang menyumbang, 18,7%.

Berdasarkan data BPS (Biro Pusat Statistik 2018) selama 2013-2017, total nilai tambah yang dihasilkan oleh aktifitas sektor-sektor ekonomi yang berada di wilayah Kabupaten Jayawijaya, baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan, secara konsisten mengalami peningkatan.

Pada tahun 2013, nilai PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) atas dasar harga berlaku di Kabupaten Jayawijaya adalah Rp 20,3 juta. Nilai ini terus bertambah hingga pada tahun 2017 mencapai Rp 31,9 juta.

"Pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah sudah menyentuh Indonesia Timur, sehingga ekonomi di wilayah tersebut, termasuk Papua harus berkembang," ujar Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Arif Budimanta saat dimintai pendapat soal kemajuan ekonomi di Indonesa Timur.

"Saya berharap hal-hal positif yang sudah terjadi di Papua, baik itu pertumbuhan ekonomi dan situasi politik serta sosial yang kondusif tetap terjaga agar sama majunya dengan wilayah Indonesia lainnya," jelas  Arif Budimanta.

“Saat ini, untuk pembangunan sumberdaya manusia, Pemerintah juga menjalankan berbagai program termasuk, program Indonesia Pintar, Beasiswa Pendidikan Indonesia Afirmasi baik untuk lanjutan pendidikan di dalam dan luar negeri,” pungkasnya. (OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More