Kamis 03 Oktober 2019, 11:41 WIB

Tanah Milik Puskopar Jawa Timur Diserobot

Heri Susetyo | Nusantara
Tanah Milik Puskopar Jawa Timur Diserobot

MI/Heri Susetyo
Pengusaha Henry J Gunawan kesandung kasus penyerobotan tanah seluas 25 hektare milik Puskopkar Jawa Timur.

 

SETELAH terjerat sejumlah kasus di Surabaya, bos PT Gala Bumi Perkasa, Henry J Gunawan kembali kesandung perkara lain dugaan pemalsuan akta otentik tanah seluas 25 hektare di Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Kasus yang merugikan para korbannya mencapai Rp300 miliar ini sudah pelimpahan tahap dua dan segera disidangkan di Pengadilan Negeri Sidoarjo.

Tanah 25 hektare yang dibeli Henry J Gunawan dari Reny Susetyowardhani di Kecamatan Sedati Sidoarjo ternyata adalah milik Pusat Koperasi Karyawan (Puskopkar) Jawa Timur. Henry dan Reny bersama oknum notaris Umi Chalsum diduga bersekongkol memalsukan akta otentik tanah tersebut.

Tanah Puskopkar tersebut bisa dijual Reny Susetyowardhani, karena dia adalah ahli waris almarhum Iskandar. Iskandar sendiri dulunya adalah salah satu petinggi Puskopkar Jatim pada divisi perumahan. Tanah atas nama badan tersebut bisa diubah menjadi atas nama perseorangan.

Kasus penyerobotan tanah itu ditangani langsung oleh Bareskrim Mabes Polri. Bahkan kasusnya sudah pelimpahan tahap dua dan segera disidangkan ke Pengadilan Negeri Sidoarjo. Henry J Gunawan saat pelimpahan tahap dua di Kejari Sidoarjo, Rabu sore (2/10), mengaku dirinya dikriminalisasi. Sebab niatnya membeli tanah tersebut baik namun ternyata tersandung hukum.

"Saya merasa dikriminalisasi, padahal niat saya membeli itu baik," kata Henry.

Senada dengan Henry J Gunawan, kuasa hukum Masbuhin menambahkan, kliennya adalah pembeli beriktikad baik. Proses jual beli tanah tersebut juga dilakukan di depan PPATK. Bahkan kasus ini pernah dibawa ke ranah perdata, dan Henry dinyatakan menang.

"Apabila perkara satu dengan lain berkaitan hukum yang sama, harusnya disuspend. Nah, dalam hal ini Pak Henry sudah memenangkan proses perdata terkait persoalan tanah itu," kata Masbuhin.

Sementara itu Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Sidoarjo Setiawan Budi mengatakan, pihaknya hanya menerima pelimpahan perkara dari Mabes Polri dan Kejaksaan Agung. Pihaknya sudah meneliti pelimpahan perkara itu sesuai SOP dan alat bukti kemudian sudah dinyatakan P21.

Selesai pelimpahan tahap dua ini, Henry J Gunawan tidak ditahan karena yang bersangkutan sudah ditahan Kejaksaan Negeri Surabaya di Rutan Medaeng atas kasus lain. Sehingga saat membawa Henry J Gunawan dari Rutan Medaeng, Bareskrim Mabes Polri harus bon dulu,

baca juga: Infrastruktur Dasar Jadi Prioritas Pembangunan Awal Ibu Kota Baru

"Untuk tahap dua di sini tidak dilakukan penahanan karena sudah ditahan kasus perkara lain di Surabaya," kata Setiawan Budi.

Selain Henry J Gunawan, kasus penyerobotan tanah ini juga ada empat tersangka lain. Masing-masing Reny Susetyowardhani anak dari (H.Iskandar/alm) Dirut PT Dian Fortuna Erisindo, Notaris Umi Chalsum serta karyawan notaris Yuli Ekawati, dan Dyah Nuswantari Ekapsari. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More