Kamis 03 Oktober 2019, 10:07 WIB

Pelemahan Saham Perbankan dan Industri Picu Anjloknya IHSG

Ihfa Firdausya | Ekonomi
Pelemahan Saham Perbankan dan Industri Picu Anjloknya IHSG

ANTARA/Muhammad Adimaja
Petugas memantau grafik pergerakan penjualan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Dealing Room Divisi Tresuri BNI, Jakarta

 

TURUNNYA saham-saham perbankan plat merah mempengaruhi anjloknya Indeks Harga Saham Gabugan (IHSG), Kamis (3/10) pagi. Sebelumnya, IHSG dibuka melemah ke level 6.015,67 atau turun 39,76 poin dari penutupan sebelumnya 6.055,43.

"Saham-saham perbankan plat merah menjadi kontributor utama pelemahan IHSG. BMRI (-5.43%), BBRI (-3.44%) dan BBNI (-4.81%) turun signifikan di tengah kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan kredit," kata Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi dalam analisa hariannya, Kamis (3/10).

Pertumbuhan pinjaman bank, lanjutnya, pada 8,6% Y/y pada Agustus merupakan laju paling lambat sejak Maret 2018, menurut data dari Otoritas Jasa Keuangan Indonesia.

Baca juga: Luncurkan ORI016 Pemerintah Bidik Rp9 T

"Investor asing tercatat melakukan aksi jual sebesar Rp270.46 miliar tanpa negosiasi saham TBIG sebesar Rp1.06 triliun," imbuhnya.

Selain itu, Lanjar menyebut katalis dari pelemahan kinerja sektor manufaktur yang melemah mencuri kepercayaan investor pada aset berisiko seperti ekuitas di Negara Berkembang.

Menurut Analis Bina Artha Sekuritas Muhammad Nafan Aji, Indeks PMI Manufaktur Indonesia, Jepang, Inggris, Jerman, dan beberapa negara lainnya di kawasan Eropa, serta AS yang masih di bawah angka 50, menandakan sektor industri manufaktur masih belum mampu melakukan ekspansi bisnis.

"Hal inilah merupakan indikasi bahwasannya perlambatan pertumbuhan ekonomi global merupakan sentimen negatif yang menghambat kinerja pergerakan indeks," ungkapnya kepada Media Indonesia. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More