Kamis 03 Oktober 2019, 10:40 WIB

Penganiaya Ninoy Karundeng Diburu Polisi

Tri Subarkah | Megapolitan
Penganiaya Ninoy Karundeng Diburu Polisi

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Argo Yuwono .

 

PIHAK kepolisian saat ini masih memburu pelaku yang menganiaya pegiat media sosial bernama Ninoy Karundeng. Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono.

"Laporan sudah diterima dan pelaku masih dicari," ujar Argo saat dimintai konfirmasi, kemarin.

Dia juga mengatakan bahwa kepolisian sudah membentuk tim khusus untuk menyelidiki kasus penganiayaan terhadap Ninoy.

Peristiwa itu menjadi ramai diperbincangkan setelah beredar video di media sosial yang memperlihatkan telah terjadi persekusi yang dilakukan sejumlah orang terhadap Ninoy.

Dalam video itu, wajah Ninoy yang mengenakan kaus hitam terlihat babak belur.

Pelaku juga memeriksa laptop milik Ninoy. Pelaku menilai laptop Ninoy berisi ujaran kebencian terhadap sejumlah tokoh.

Selain itu, pertanyaan dari pelaku pada Ninoy juga terdengar jelas. "Kamu meliput demo terus di dalamnya laptop kamu itu ada unsur-unsur kebencian yang dia-rahkan kepada tokoh-tokoh yang sangat dekat dengan kita. Tujuannya apa?" tanya pelaku.

Ninoy menjawab bahwa dirinya khilaf. Namun, jawaban tersebut tidak membuat sang pelaku puas.

Sebaliknya, pelaku justru membantah tindakan yang dilakukan Ninoy. "Kamu bukannya khilaf. Tapi, itu memang sudah pekerjaannya kalian. Tanpa kerja seperti itu tidak akan makan dan memang di situ dandangnya kalian," ujar pelaku.

Selanjutnya Ninoy ditanya sudah berapa lama bekerja sebagai buzzer dan berasal dari jaringan mana.

Ninoy menjawab bahwa ia bekerja sebagai buzzer Jokowi seorang diri. Namun, pelaku tidak puas dengan pengakuan Ninoy dan malah mengancam akan menganiaya dirinya.

"Bohong kamu. Kamu enggak akan ngaku kubikin kamu sakit. Jangan bohong kamu. Ngaku enggak? Aku paling mudah diajak ngomong baik-baik dan paling cepat emosi kalau enggak ngomong baik-baik," ancam pelaku.

Perlu diketahui, Ninoy diculik sejumlah orang ketika berada di tengah aksi di daerah Pejompongan, Jakarta Pusat, Senin (30/9).

Setelah menyiksa Ninoy, akhirnya Ninoy diantar pulang oleh para pelaku ke rumahnya pada Selasa (1/10) kira-kira pukul 08.00 WIB. Ninoy diculik beberapa pria ketika meliput aksi demo mahasiswa di depan Gedung DPR, Senin (30/9). Kasus Ninoy kini telah di-BAP setelah dia divisum. (tri/J-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More