Kamis 03 Oktober 2019, 11:30 WIB

AS Berencana Kumpulkan DNA Semua Migran Ilegal

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
AS Berencana Kumpulkan DNA Semua Migran Ilegal

AFP/SANDY HUFFAKER
Imigran asal Honduras menunggu di perbatasan Meksiko dan Amerika Serikat di Tijuana

 

PEMERINTAH Amerika Serikat (AS) berencana mengambil atau mengumpulkan DNA semua migran yang ditahan setelah memasuki negara itu secara ilegal. Hal itu dikatakan pejabat AS, Rabu (2/10) waktu setempat.

Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) AS sedang mengembangkan rencana untuk mengambil sampel DNA dari masing-masing imigran tidak berdokumen dan menyimpannya dalam database nasional untuk keperluan profil DNA kriminal.

Berbicara kepada wartawan dengan alasan anonimitas, para pejabat DHS mengatakan kebijakan baru itu akan memberikan gambaran yang lebih luas kepada para agen imigrasi dan kontrol perbatasan mengenai situasi migran dan tahanan.

Disimpan di basis data CODIS DNA FBI, data itu juga dapat digunakan oleh pihak lain untuk kepentingan penegakan hukum dan sebagainya.

Baca juga: Trump Mengaku Jadi Korban Kudeta

"Itu akan meningkatkan kemampuan kita untuk lebih jauh mengidentifikasi seseorang yang secara ilegal memasuki negara ini," kata seorang pejabat.

"Data ini akan membantu organisasi lain juga dalam kemampuan identifikasi mereka," imbuhnya.

Para pejabat mengatakan mereka sebenarnya diminta mengambil sampel DNA menurut aturan tentang penanganan orang yang ditangkap dan terpidana. Ketentuan itu dikeluarkan Departemen Kehakiman pada 2006 dan 2010, tetapi belum dilaksanakan.

Mereka mengatakan program pengumpulan DNA masih sedang dikembangkan, dan belum ada tanggal yang ditetapkan untuk mereka implementasi.

Mengumpulkan dan menyimpan DNA orang-orang yang ditahan dan tidak diadili atau dihukum karena kejahatan dapat menuai kritik dari kelompok-kelompok hak sipil.

Awal tahun ini, Patroli Perbatasan AS mulai melakukan tes DNA cepat pada migran yang melintasi perbatasan sebagai unit keluarga untuk menentukan apakah individu tersebut benar-benar terkait dan tidak membuat klaim penipuan.

Program baru ini akan mengumpulkan lebih banyak informasi genetik daripada program sebumnya, dan akan menyimpannya.

"Yang ini pada dasarnya berbeda dari tes DNA cepat," kata seorang pejabat kedua. "Program baru ini akan memuat profil DNA yang lebih lengkap," tandasnya. (VOA/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More