Kamis 03 Oktober 2019, 08:12 WIB

Ketersediaan Air Bersih di Kudus Menipis

Akhmad Safuan | Nusantara
Ketersediaan Air Bersih di Kudus Menipis

Antara
Ketersediaan air bersih di Kabupaten Kudus terus menipis sementara musim kemarau diprediksi hingga November 2019.

 

KEMARAU panjang yang melanda Jawa Tengah menyebabkan pasokan air bersih di Kabupaten Kudus terus menipis. Saat ini pasokan air bersih di Kabupaten Kudus hanya tersisa 58 truk tangki dari total 280 truk tangki yang disediakan pada musim kemarau ini. Bantuan air bersih terus digelontorkan setiap hari baik dari penerintah daerah dan provinsi hingga instansi, kelompok masyarakat hingga organisasi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Nergas Catursasi membenarkan bahwa stok air bersih makin menipis. Sementara prediksi kemarau h akan berlangsung hingga November.

"Saat ini hanya tersisa 58 tangki air bersih. Dari 280 tangki yang disiapkan untuk kebutuhan penanggulangan kekeringan sudah 222 tangki yang disalurkan," kata Bergas Catursasi, Kamis (3/10).

Pemerintah Kabupaten Kudus, lanjut Bergas Catursasi, untuk memenuhi kebutuhan air bersih saat musim kekeringan ini hanya menganggarkan dari APBD Rp50 juta untuk air bersih 280 tangki. Padahal jumlah kebutuhan air bersih berdasarkan data kekeringan tahun sebelumnya cukup besar yakni tahun 2016 lalu 600 tangki, tahun 2017 sebanyak 500 tangki dan tahun 2018 naik menjadi 600 tangki.

baca juga: Jikalahari Desak KLHK Tetapkan 10 Korporasi Sebagai Tersangka

Bergas menambahkan jumlah desa dilanda kekeringan menurun dari 24 desa menjadi 15 desa tersebar di Kecamataan Undaan, Jekulo, Mejobo, dan Kaliwungu. Namun ia khawatir sampai kapan musim kemarau akan berakhir.

"Kita minta bantuan pihak lain untuk memenuhi kekurangan akibat menipisnya ketersediaan air bersih," imbuhnya. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More