Kamis 03 Oktober 2019, 11:00 WIB

German Cinema Memperingati Runtuhnya Tembok Berlin

Fetry Wuryasti | Weekend
German Cinema Memperingati Runtuhnya Tembok Berlin

MI/Fetry Wuryasti
Penonton German Cinema

FILM menjadi media yang paling mudah diakses untuk menyampaikan cerita kehidupan, berisi ragam budaya dan realita dalam cara memandang hidup. Film mampu mengkonfrontasi penontonnya, juga membuat tersenyum.

Edisi ke 7 festival film tahunan German Cinema yang diselenggarakan oleh Goethe-Institut Indonesien kembali membawa film-film terbaik dari Jerman ke bioskop-bioskop di enam kota besar di Indonesian mulai 1 hingga 6 Oktober 2019. 

Festival film Jerman 2019 memberi banyak gambar tentang negara tersebut termasuk bagaimana komunikasi dan diskusi terkini, juga penyutradaraan film itu sendiri. "Festival ini kesempatan melihat film-film yang benar-benar bagus," kata Direktur Goethe Institute Stefan Dreyer, Selasa (1/10) malam.

Mereka memfokuskan tema memperingati 30 tahun runtuhnya tembok Berlin pada tahun 1989, sekaligus menjadi ingatan bahwa peristiwa tersebut telah meruntuhkan satu sistem secara keseluruhan.  "Sejak itu, masa seputar titik balik tersebut menjadi tema penting di dunia film," kata Anna Maria Straws, Kepala Bagian Program Budaya di Goethe-Institut lndonesien.

Pada kesempatan peringatan 3O tahun ini, German Cinema 2019 menghadirkan tiga film yang mengungkapkan kehidupan di Jerman Timur dan Barat. Masing-masing film itu menceritakan kisah-kisah yang sangat pribadi dari sudut pandang yang berbeda-beda, yaitu Balloon karya Michael "Bully' Herbig merupakan film thriller, yang penuh ketegangan. Lalu film adaptasi novel Adam & Evelyn sangat tenang dan atmosferis, dengan banyak adegan dan latar yang indah.

Terakhir film biografi Gundermann menyajikan potret sosok yang menonjol, seorang penyanyi dan penulis lagu terkenal di Jerman Timur yang mengendaral mesin keruk raksasa di tambang batu bara untuk mencari nafkah, dan sekaligus menjadi mata-mata untuk Stasi. Dengan raihan enam piala German Film Awards 2019, Gundermann juga salah satu film dengan penghargaan terbanyak.

Pemenang German Film Awards 2018, 3 Days in Quiberon, yang membahas hidup aktris Romy Schneider, juga tampil dalam program fokus Contemporary Black and White. Film lainnya , 3 Days in Ouiberon dan Fritz Lang menyajikan potret tokoh film terkemuka abad ke-20 melalui gambar hitam-putih. (Try/M-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More