Rabu 02 Oktober 2019, 22:58 WIB

Waspadai Video Provokatif Insiden Papua

Golda Eksa | Politik dan Hukum
Waspadai Video Provokatif Insiden Papua

Antara/ Iwan Adisaputra
Sejumlah pedagang berjualan di Pasar Sinakma, Wamena, Papua, Rabu (2/10)

 

SEJUMLAH video terkait insiden kerusuhan di bumi cenderawasih kembali menghiasi jagat maya dan grup aplikasi percakapan WhatsApp. Video yang beredar sejak Rabu (2/10) sore, itu diduga hasil daur ulang dari peristiwa yang terjadi beberapa waktu lalu.

Sahrul Yunizar, jurnalis salah satu surat kabar nasional yang kebetulan berada di Wamena, Papua, mengaku situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah tersebut masih kondusif.

Menurutnya, tidak ada pergerakan massa maupun kerusuhan seperti yang terlihat dalam beberapa potongan video tersebut. Di Wamena hanya terlihat antrean warga yang akan mengungsi serta puing-puing sisa insiden yang belum dibersihkan.

"Di sini tidak ada gangguan. Hanya saja aktivitas perekonomian belum normal dan kantor pemerintahan juga masih banyak yang tutup," ujarnya ketika dihubungi Media Indonesia, Rabu (2/10).

 

Baca juga: Tokoh Papua: Pancasila Perekat Persatuan

 

Imbauan agar masyarakat tidak terprovokasi oleh pelbagai informasi digital itu berulangkali disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto.

"Jadi begini, itu adalah usaha untuk kembali memprovokasi. Mengadu domba antara kita dengan kita akan terus berlangsung. Mereka tidak senang kalau keadaan itu aman, enggak senang kalau keadaan kondusif," ujarnya.

Senada disampaikan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Letjen (Purn) Hinsa Siburian. Ia mengimbau seluruh masyarakat di Papua untuk tidak terpengaruh dengan berita bohong (hoaks). Kedamaian di bumi cenderawasih harus dijaga dari pelbagai isu yang bertujuan memprovokasi masyarakat.

"Karena di era sekarang ini masalah media, informasi, kalau kita tidak cerna dengan baik itu bisa menimbulkan hal yang tidak baik," ujar Hinsa kepada wartawan di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (30/8).

Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Letjen (Purn) Agus Widjojo, mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terhasut dengan pelbagai informasi yang belum jelas kebenarannya.

"Cek dulu itu hoaks atau tidak. Saya temukan di WhatsApp ada broadcast yang merupakan pengulangan dari kejadian di masa lalu. Tetapi tidak diberikan info atau penjelasan sehingga orang mengira itu kejadian sekarang," pungkasnya. (Gol)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More