Rabu 02 Oktober 2019, 09:05 WIB

Dies Natalis Ke-70, Unas Motivasi Mahasiswa Menjadi Entrepreneur

mediaindonesia.com | Humaniora
Dies Natalis Ke-70, Unas Motivasi Mahasiswa Menjadi Entrepreneur

Ist
Dalam rangka Dies Natalis ke-70, Universitas Nasional menggelar serangkaian acara, termasuk seminar pada Senin (1/10).

 

SUDAH tujuh dekade sejak berdirinya sejak 1949, untuk memperingati Dies Natalis ke-70 tahun kali ini, Universitas Nasional menggelar serangkaian acara, seperti seminar nasional, peluncuran buku, festival film, pameran, lokakarya, konferensi, dan fun walk. Seminar nasional merupakan acara pertama yang digelar pada Senin (1/10) di Aula Unas.

Seminar yang dihadiri oleh dosen dan mahasiswa Unas ini mengusung tema 'Entrepreneurship Industry 4.0' mengundang Dekan Fakultas Ekonomi Tarumanegara Dr Sawidji Widoatmojo SE MM MBA sebagai moderator dan beberapa narasumber yakni Dr M Samsuri SPd MT, Plt Kepala LL-Dikti Wilayah 3 Jakarta, Prof Dr H Muh Asdar SE MSi, Guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanudin, Prof Dr H Rully Indrawan MSi, Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, serta Ir Abdul Wahab Bangkona MSc, Staf Ahli Rektor Unas.

Samsuri, Plt Kepala LL-Dikti Wilayah 3 Jakarta menyampaikan bahwa dalam era industri 4.0 saat ini mahasiswa maupun dosen yang akan menggeluti bidang kewirausahaan harus mempunyai konsep atau ide meranik.

"Dalam era saat ini yang dijual itu konsep atau ide, jadi ini merupakan kesempatan untuk adik-adik dan dosen untuk membuat konsep yang menjadi daya tarik konsumen," jelasnya.

Menurutnya, ide dan konsep yang kreatif akan mengasilkan sesuatu seperti penemuan baru yang inovatif, ide, dan konsep merupakan kunci untuk menjadi pengusaha.

"Ide dan konsep kalian nanti yang akan menghasilkan sesuatu, seperti inovasi-inovasi yang baru. Itu merupakan kunci bagaimana menjadi entrepreneur," tambahnya.

Dewasa ini, era revolusi industri 4.0 mulai mempengaruhi perilaku semua orang, terutama pelaku entrepreneur. Perubahan teknologi juga telah memberikan andil besar terhadap perubahan perilaku manusia. Perubahan cara berpikir menjadi kunci utama keberhasilan seseorang dalam mempertahankan eksistensi diri.


Baca juga: Sekjen Kemensos Dorong UPT Aktifkan Peran Kehumasan di Daerah


Lingkungan yang semakin dinamis memaksa sebagian besar manusia yang hidup di zaman ini untuk menyusuaikan diri. Selain itu juga semua orang dituntut untuk melihat era ini sebagai tantangan baru yang dapat melahirkan berbagai peluang emas.

Samsuri juga mengingatkan, pada era ini mahasiswa harus mempunyai empat hal sebelum memulai berwirausaha seperti akademik, organisasi, keterampilan berpikir, dan komunikasi.

"Yang perlu diingat, kalian harus punya empat hal ini, akademik yang bagus, organisasi yang baik, keterampilan berpikir kalian yang baik yang nanti akan melahirkan ide-ide baru dan yang terakhir adalah cara berkomunikasi, ini tidak hanya kemampuan berbicara tetapi bagaimana kalian bisa mengemas dalam menyampaikan ide konsep kalian," jelasnya.

Sebelum mengakhiri materi, ia juga berpesan kepada mahasiswa dan calon alumni untuk memiliki kesadaran mengubah budaya kerja 'mencari kerja' menjadi budaya 'menciptakan kerja dan lapangan kerja' dan semangat enterprenuer harus ada di dalam diri mahasiswa.

"Saya kira perguruan tinggi adalah sumber inovasi, sehingga entrepreneur muda lahir dari perguruan tinggi, sekarang adik-adik mahasiswa harus mengubah pola pikir tidak hanya mencari pekerjaan tetapi meciptakan pekerjaan dan lapanagan kerja. Ingat ya, menjadi entrepreneur lebih menjanjikan dari pada mencari pekerjaan," tutupnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unas, Dr Drs Zainul Djumadin MSi, juga menyampaikan dalam delapan tahun terakhir ini, Unas sudah menjalankan kewirausahaan dan mengirim 32 mahasiswa ke Cikeas, Bogor, Jawa Barat, untuk dilatih secara khusus guna mengembangkan suatu usaha.  (RO/OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More