Rabu 02 Oktober 2019, 20:25 WIB

YLKI Sebut Anies Perlu Tiru Ketegasan Risma Jaga Fasilitas Umum

mediaindonesia.com | Megapolitan
YLKI Sebut Anies Perlu Tiru Ketegasan Risma Jaga Fasilitas Umum

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Unjuk rasa yang dilakukan para mahasiswa di Jakarta.

 

YAYASAN Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengimbau Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk tegas terhadap warga yang berdemonstrasi agar tidak merusak fasilitas umum. Apalagi demonstrasi seharusnya bisa dilakukan secara damai dan menjaga fasilitas publik.

“(Anies) Mestinya mengikuti ketegasan Wali Kota Surabaya Risma (Tri Rismaharini), warga pun mendukung dan tidak berani menginjak taman ketika berdemontrasi,” kata Ketua Bidang Pengaduan dan Hukum YLKI, Sulastri, Rabu (2/10).

Dalam demontrasi dua hari terakhir, sejumlah fasilitas umum DKI Jakarta banyak yang rusak akibat ulah massa aksi yang menolak RUU KUHP dan revisi atas UU KPK. Adapun fasilitas umum yang rusak itu antara lain Moda Raya Transportasi (MRT) dan beberapa fasilitas umum lainnya.

Aksi vandalisme dan merusak fasilitas umum oleh oknum tak bertanggung jawab itu, kata Sulastri, tentu saja tidak dapat dibenarkan. Pasalnya, fasilitas umum yang dirusak merupakan fasilitas layanan publik, sehingga sangat merugikan pengguna layanan publik. 

YLKI, kata Sulastri, mendukung aksi mahasiswa dan pelajar untuk menyuarakan pendapat, tetapi harus sesuai dengan undang-undang yang berlaku. 

"Setuju bahwa demo mengeluarkan pendapat boleh dan dilindungi UU. Tapi, harus sesuai aturan juga. Jika demo sudah anarkistis dengan melakukan vandalisme maka itu tidak dapat dibenarkan,” kata Sulastri.

"Apalagi melakukan perusakan fasilitas umum," imbuhnya. 

Dikatakan Sulastri, aksi perusakan itu selain tidak bisa dibenarkan juga merugikan masyarakat umum. "Juga akan membebani negara karena harus mengeluarkan biaya untuk memperbaikinya," tandasnya. (OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More