Rabu 02 Oktober 2019, 20:22 WIB

Badan POM Bahas Tindak Lanjut Deklarasi Jakarta dengan Negara OKI

micom | Humaniora
Badan POM Bahas Tindak Lanjut Deklarasi Jakarta dengan Negara OKI

ist
Delegasi badan POM RI dengan sekretariat organisasi negara-negara islam (OKI)

 

KEPALA Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) RI, Penny K. Lukito beserta jajaran berkunjung ke Markas Besar di Organisasi Negara-Negara Islam (OKI) di Jeddah, Arab Saudi. “Hari ini kami kembali bertemu dengan Sekretariat OKI untuk membahas tindak lanjut implementasi Deklarasi Jakarta dan Rencana Aksi OKI, serta meminta Sekretariat OKI untuk mengawal implementasi kedua hal tersebut serta kesinambungan forum NMRAs OKI,” ungkap Penny dalam siaran persnya.

Deklarasi Jakarta yang dimaksud Penny adalah hasil kesepakatan The First Meeting of the Heads of National Medicine Regulatory Authorities (NMRAs) from Organization Islamic Cooperation (OIC) Member States yang digelar di Indonesia pada 21-22 November 2018.

Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan Deklarasi Jakarta dan Rencana Aksi Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) sebagai langkah konkret untuk meningkatkan kemandirian (self-reliance) dan kemudahan akses obat dan vaksin yang berkhasiat, bermutu, dan aman bagi rakyat di negara anggota OKI.

Dalam pertemuan di Jeddah kali ini, Penny menyampaikan harapannya kepada Sekretariat OKI agar dapat mendorong negara anggota OKI untuk meng-endorse Deklarasi Jakarta dan Rencana Aksi OKI pada Pertemuan Tingkat Menteri Kesehatan OKI (Islamic Conference of Health Ministers/ICHM) ke-7 di Abu Dhabi tanggal 15-17 Desember 2019.

“Kami juga meminta Sekretariat OKI untuk menetapkan Pertemuan NMRAs OKI sebagai pertemuan reguler 2 (dua) tahunan di antara Pertemuan ICHM, serta memanfaatkan penyelenggaraan pertemuan NMRAs OKI di sela-sela pertemuan International Conference of Drug Regulatory Authorities (ICDRA), World Health Assembly (WHA) dan Foreign Policy and Global Health (FPGH) tahun 2020,” ujar Penny.

Menurut dia beberapa pekerjaan rumah terkait rencana aksi OKI yang perlu segera diselesaikan adalah pembentukan working group/kelompok kerja obat dan vaksin halal, pembentukan forum komunikasi Islamic Advisory Group terkait vaksin halal, pembentukan working group/kelompok kerja obat palsu dan substandar, serta peningkatan kapasitas NMRAs OKI.

Kunjungan Badan POM ke markas besar Sekretariat OKI ini merupakan komitmen Badan POM untuk mewujudkan visi Indonesia 2019-2024 yang telah disampaikan pada pidato pertama Presiden Republik Indonesia terpilih Joko Widodo. “Indonesia menuju pada sebuah negara yang lebih produktif, berdaya saing, dan fleksibilitas tinggi dalam menghadapi perubahan. Peningkatan kerja sama Indonesia dengan berbagai negara dan organisasi internasional akan meningkatkan peran strategis Indonesia serta meningkatkan akses pasar/ekspor Obat dan Makanan ke pasar internasional.” tutup Kepala Badan POM. (A-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More