Kamis 03 Oktober 2019, 08:00 WIB

BCA Resmikan Desa Binaan Doesoen Kopi Sirap Semarang

mediaindonesia.com | Ekonomi
BCA Resmikan Desa Binaan Doesoen Kopi Sirap Semarang

DOK BCA
Komisaris Independen BCA Cyrillus Harinowo (tengah) didampingi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Semarang Nurul Huda (kanan) memanen kopi.

 

MENYADARI besarnya potensi ekonomi yang tersebar di masyarakat lokal, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) meresmikan Desa Binaan Doesoen Kopi Sirap, Semarang, Jawa Tengah pada Minggu (8/9/2019).

Peresmian ditandai dengan pemberian bantuan kepada Griya Kopi dibarengi dengan kegiatan Panen Raya Kopi. Dukungan BCA antara lain dilakukan melalui pendampingan untuk penguatan kapasitas dan SDM komunitas petani kopi di desa binaan Doesoen Kopi Sirap.

Hadir dalam acara peresmian, Komisaris Independen BCA Cyrillus Harinowo, Vice President CSR BCA Ira Bachtar, Vice President UMKM & Micro Credit Development BCA Ade Bachtiar, Kepala Pendukung Operasi Wilayah II BCA Tjia Irawan, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Sholehah Kurniawati, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Semarang Nurul Huda, Camat Kabupaten Jambu Muhammad Edi Soekarno, Ketua Pokdarwis Ahmad Rofi’i, dan Ketua Gapoktani Ngadiyanto.

Cyrillus mengatakan, model pengembangan komunitas lokal yang dilakukan BCA selalu bertumpu pada potensi lokal yang sebelumnya belum maksimal dikembangkan. Kehadiran BCA, melalui program desa binaan, membantu komunitas masyarakat lokal agar mampu mengembangkan potensi lokal tersebut menjadi sumber ekonomi yang menjanjikan kemandirian di masa mendatang.

“Untuk mencapai kemandirian tersebut, BCA melakukan pendampingan dan pelatihan secara berkala sesuai dengan kebutuhan komunitas lokal tersebut, baik yang berkaitan dengan peningkatan produksi, pemasaran, maupun service excellence yang berguna bagi pengembangan bisnis kopi yang berkesinambungan ke depan,” urai Cyrillus.

Cyrillus menambahkan, pengembangan komunitas lokal berbasis potensi lokal yang dilakukan BCA juga memperhatikan aspek kepariwisataan. Sudah menjadi tren saat ini bahwa masyarakat didorong untuk mengembangkan pertaniannya dengan menyasar segmen kepariwisataan.

Agrowisata tersebut menjadikan potensi pertanian lokal menjadi lokomotif yang menggerakkan mata rantai ekonomi lainnya di daerah tersebut sehingga bukan hanya pertanian yang mendapat keuntungan, namun segmen lain seperti penginapan, rumah makan, tempat wisata lainnya juga mendapat nilai tambah.

“Upaya tersebut membutuhkan pendampingan yang bukan instan. Butuh waktu untuk mencapai transformasi tersebut. BCA sendiri secara konsisten membantu masyarakat lokal menghidupkan potensi lokal dengan citarasa kepariwisataan, seperti yang dilakukan pada desa-desa binaan lainnya. Hal ini pula yang akan dilakukan pada komunitas petani kopi di Jawa Tengah,” tambah Cyrillus.

Sejak 2018, BCA telah memberikan donasi berupa donasi Pelatihan Layanan Prima, Pelatihan Membangun Desa Wisata dengan Kualitas SDM 4.0, Pelatih­an Pemandu bagi 20 orang Doesoen Kopi Sirap, donasi pembangunan Griya Kopi Sirap, donasi perlengkapan edukasi kopi.

Seperti diketahui, BCA telah aktif mengadakan beberapa kegiatan untuk membekali para pengurus desa seperti Pelatihan Kepemimpinan Bagi Pengurus Desa Wisata Binaan BCA di Sentul, Bogor, Pelatihan Layanan Prima kepada para pengurus Desa Wisata Wirawisata Goa Pindul, Pentingsari, Wukirsari, Tamansari, Desa Wisata Tinggan-Bali, Belitung, dan Doesoen Kopi Sirap–Gunung Kelir.

Selain itu, BCA juga mengadakan Pelatihan Marketing Online, Pelatihan Leadership, Pelatihan Team Building, Benchmarking, Pembinaan Standarisasi Layanan di Pen­tingsari, Tamansari, Wirawisata, Pelatihan Creative Selling Skill bagi seluruh desa wisata binaan BCA hingga uji coba layanan (one day tour) seluruh karyawan BCA Tanjung Pandan di Desa Binaan Bukit Peramun.

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More