Rabu 02 Oktober 2019, 20:13 WIB

Lomba Keterampilan Siswa Nasional untuk Anak Berkebutuhan Khusus

mediaindonesia.com | Humaniora
Lomba Keterampilan Siswa Nasional untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Istimewa/Kemendikbud
Direktur Pembinaan Pendidikan Khusus Kemdikbud, Sanusi.

 

KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyelenggarakan Lomba Keterampilan Siswa Nasional (LKSN) untuk anak berkebutuhan khusus (ABK) pada 1-5 Oktober 2019 di Bandung, Jawa Barat. Lomba tersebut diikuti siswa-siswi ABK terbaik dari 34 provinsi.

Lomba itu diadakan di bawah Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Salah satu tujuannya agar siswa ABK terampil dan mandiri.

Puluhan siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Cicendo, Bandung, naik ke atas panggung sambil memegang alat musik angklung masing-masing. Para siswa itu penyandang tunarungu. Meski tak bisa mendengar, mereka bisa memainkan alat musik angklung dengan baik. 

Pada acara pembukaan LKSN ABK 2019 di Harris Hotel & Conventions Citylink Bandung, Rabu (2/10), siswa ABK itu bermain angklung melantunkan lagu Jangan Menyerah ciptaan D’Masiv. Mereka dipandu oleh dua orang dirigen dan diiringi seorang pianis. 

Di acara pembukaan itu juga, Prodigies Band yang hampir semua personelnya pegawai Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus, tampil menghibur para peserta. 

Vokalis sekaligus pemain keyboard di band ini adalah Ismail Ulak alias Wahid, seorang penyandang low vision. Dia tampil menawan menyanyikan banyak lagu, dari mulai Lagi Syantik sampai Despacito.

Direktur Pembinaan Pendidikan Khusus Kemdikbud, Sanusi, menjelaskan LKSN ABK ini bertujuan agar peserta didik berkebutuhan khusus mampu mengembangkan potensi dan bakat pada bidang keterampilan untuk mencapai kemandirian setelah menyelesaikan pendidikan di SLB.
 
”Dengan lomba ini, siswa didorong agar berusaha secara kuat mengaktualisasi diri, dan bersaing secara sehat dalam mencapai puncak prestasi sesuai dengan kemampuan yang dimiliki,” kata Sanusi. Terbukti, lanjutnya, anak ABK juga bisa berprestasi seperti yang ditunjukkan oleh anak-anak SLB Cicendo yang mahir bermain angklung, dan Wahid yang jago main keyboard serta bernyanyi.

”Peserta didik berkebutuhan khusus harus percaya diri dalam mengembangkan ide-ide kreatifnya pada bidang nonakademik yang diminati dan mendapatkan pencapaian secara optimal,” ujar Sanusi. 

Cabang yang dilombakan pada LKSN ABK 2019 ini ada sembilan, yaitu menjahit, membatik, hantaran, merangkai bunga buata, tata boga, kecantikan, kayu, teknologi informasi (IT), dan kreasi barang bekas.

Di setiap cabang yang dilombakan akan ada juara I, II, III serta harapan I, II dan III. Siswa yang tampil sebagai juara di LKSN ABK ini merupakan juara sejati, karena semua peserta yang berpartisipasi pada lomba ini adalah para juara di tingkat provinsi masing-masing.

”Selamat datang anak-anak kami yang sangat luar biasa, para juara provinsi. Tunjukan selama lima hari lomba sikap sportivitas dan keterampilan terbaik. Siapa pun yang jadi juara, inilah juara sejati,” kata Sanusi. 

Selain berlomba, para siswa juga diminta menjalin silaturahmi dengan sesama peserta yang datang dari seluruh peloksok Tanah Air. (OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More