Senin 30 September 2019, 10:05 WIB

Bukit Peramun, Desa Binaan Bakti BCA Raih Penghargaan Kemenpar

mediaindonesia.com | Humaniora
Bukit Peramun, Desa Binaan Bakti BCA Raih Penghargaan Kemenpar

Ist
Adie Darmawan, Ketua Komunitas Arsel yang menjadi penanggung jawab Desa Binaan Bukit Peramun, saat menerima penghargaan.

 

SALAH satu desa binaan Bakti BCA, yaitu Desa Binaan Bukit Peramun, di Provinsi Bangka Belitung, meraih penghargaan dalam ajang Indonesian Sustainable Tourism Awards (ISTA) 2019 yang digelar di Jakarta, Kamis (26/9). Desa Bukit Peramun berhasil meraih penghargaan sebagai pemenang Green Gold kategori pelestarian lingkungan.

Mengutip laman resmi Kementerian Pariwisata, ISTA merupakan penghargaan untuk pengelola destinasi pariwisata, baik pengelola kawasan, agen travel, penyedia jasa, yayasan, maupun masyarakat lokal. Salah satu yang dinilai dalam seleksi ini ialah bagaimana para peserta meningkatkan pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Kemenpar menyatakan bahwa ISTA dilaksanakan bukan sebagai kompetisi untuk membandingkan antardestinasi/daya tarik wisatawan/bisnis pariwisata, tetapi untuk memotivasi destinasi lainnya agar dapat meningkatkan pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Selain itu, ajang ISTA ini juga dibuat untuk membangun dan meningkatkan kesadaran masyarakat serta para pelaku pariwisata mengenai Kegiatan Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan serta memberikan apresiasi kepada destinasi-destinasi yang telah menerapkan prinsip Pariwisata berkelanjutan.

Rasa bangga diutarakan Executive Vice President CSR BCA, Inge Setiawati.

"Rasanya bangga sekali mendengar salah satu Desa Binaan kami berhasil menjadi pemenang dalam ajang penghargaan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata. Tentunya ini menjadi kemenangan bersama bagi segenap pengurus, warga Desa Bukit Peramun," terang Inge melalui keterangan tertulis, Senin (30/9).

Adie Darmawan, Ketua Komunitas Arsel yang menjadi penanggung jawab Desa Binaan Bukit Peramun, menjelaskan, penghargaan tersebut menjadi hadiah atas kerja keras pihaknya bersama dengan BCA dalam mengembangkan potensi wisata Bukit Peramun.

"Kami bersyukur dan berterima kasih berbagai pelatihan yang diadakan oleh BCA telah membantu kami dalam meng-upgrade pemahaman, pengetahuan dan keterampilan sehingga dapat maksimal dan optimal dalam memberikan pelayanan bagi pengunjung/wisatawan. Selain hal tersebut, pelatihan yang diberikan membuat attitude, knowledge dan skill pengurus desa binaan Bukit Peramun semakin bertambah, sehingga mendukung kepercayaan diri mereka ketika melayani para pengunjung," ujar Adie.

 

Baca juga: Rumah Aman Asap untuk Antisipasi Dampak Asap Karhutla

 

Bukit Peramun berasal dari banyaknya tanaman lokal yang sering diramu oleh masyarakat menjadi obat-obatan. Desa ini terletak pada ketinggian 129 meter dari permukaan laut (mdpl) di wilayah Belitung Barat.

Kekayaan flora dan fauna dikembangkan dalam berbagai lokasi spot foto Instagramable antara lain berupa rumah hobbit, jembatan cinta, batu kembar dan mobil terbang.

Desa ini juga dikenal sebagai desa berbasis digital, karena keberhasilan pengurus desa dalam mengaplikasikan sistem QR Code untuk memperkenalkan jenis dan manfaat tanaman di Bukit Peramun, dan virtual guide dalam dua bahasa (Indonesia dan Inggris).

Desa ini dikembangkan oleh BCA melalui serangkaian kegiatan pembinaan dan pemberdayaan masyarakat yang berorientasikan kualitas pelayanan yang unggul kepada wisatawan.

"Beragam langkah dan inisiatif kami lakukan dalam rangka mengembangkan potensi wisata di desa ini dengan memfasilitasi beberapa pelatihan seperti  layanan prima, standar layanan, creative selling skill, dan golden heart leadership, dan lain sebagainya," tambah Inge.

Jumlah pengunjung yang berkunjung ke Bukit Peramun sejak Januari hingga Agustus 2019 yaitu sebanyak 9,273 pengunjung. Dengan bertambahnya jumlah pengunjung ini secara tidak langsung membawa beberapa dampak positif khususnya bagi warga sekitar yaitu memilliki bisnis kuliner yang dapat dinikmati oleh wisatawan. (RO/OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More