Rabu 02 Oktober 2019, 18:41 WIB

Polri Sebut Dosen IPB Berperan Penyandang Dana dan Perekrut

tri subarkah | Politik dan Hukum
Polri Sebut Dosen IPB Berperan Penyandang Dana dan Perekrut

MI/ Susanto
Brigjen Dedi Prasetyo

 

DOSEN IPB University Abdul Basith dianggap memiliki peran sentral dalam dalam merencanakan aksi anarkistis.

"Peran dari pelaku Ir. AB cukup sentral dalam mengendalikan orang-orang untuk melakukan tindakan anarkis, baik penyerangan, perusakan maupun pelemparan bom-bom yang sudah dipersiapkan," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Rabu (2/10).

Selain melakukan perekrutan, Abdul Basith juga berperan sebagai penyandang dana. "Yang bersangkutan juga sebagai donatur untuk mengalirkan uang ke orang yang direkrut. Contoh S didatangkan langsung dari Ambon dan dibiayai langsung oleh yang bersangkutan untuk datang ke Jakarta,' jelas Dedi.

 

Baca juga: Oknum Dosen IPB Jadi Tersangka Aksi Teror

 

Ia menyebutkan bahwa S alias Laode memiliki kemampuan merakit bom maupun molotov. Ia berperan untuk merekrut dan mengawasi empat orang tersangka lainnya, yakni JAF, AL, SAM, dan NAD untuk merakit bom.

Saat ini pihak kepolisian masih terus mendalami motif yang direncanakan Abdul Basith. Hasil pemeriksaan sementara adalah membuat rusuh sehingga mengganggu proses pelantikan anggota DPR/MPR sampai presiden dan wakil presiden pada Kamis (3/10).

"Dari setiap demo adalah buntutnya kerusuhan, lalu impactt turunannya mengganggu proses kegiatan pelantikan DPR/MPR kemarin. Kalau tidak dilakukan penegakan hukum, demo lagi dia akan ulangi perbuatannya provokasi dengan lempar bom. Jatuh korban dari aparat dan pendemo, akan berekmbang lagi bisa juga ganggu proses kegiatan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih," jelas Dedi.

Polisi menyita barang bukti berupa bom molotov yang di dalamnya terdapat paku sehingga mengakibatan dampak yang fatal jika meledak. Selain bom molotov, sebagian bom yang disita serupa bom ikan yang memiliki daya ledak lebih dahsyat.

"Kalau sasarannya properti dan fasilitas publik bisa rusak. Dan kadar di dalamnya tidak disampaikan, nanti bisa ditiru. Cukup variatif kadar di dalamnya. Bukan hanya bensin, tapi lebih dasyat," terang Dedi.

Pihak kepolisian memastikan bahwa proses penyelidikan belum final dan masih dilakukan oleh Polda Metro Jaya. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More