Rabu 02 Oktober 2019, 18:07 WIB

Wiranto Bantah Lukai Hati Masyarakat Maluku

Golda Eksa | Politik dan Hukum
Wiranto Bantah Lukai Hati Masyarakat Maluku

Antara/ M RISYAL HIDAYAT
Wiranto

 

MENTERI Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto meluruskan informasi yang menyebut dirinya melukai hati masyarakat yang terdampak gempa di Ambon, Maluku.

Menurutnya, penjelasan yang pernah disampaikan terkait upaya pemerintah untuk menenangkan masyarakat korban gempa telah diputarbalikkan. Sebelumnya, muncul isu bahwa banyaknya pengungsi gempa di Maluku menjadi beban pemerintah pusat dan daerah.

"Tidak ada alasan dan tidak mungkin saya sengaja melukai hati masyarakat Maluku yang sedang terkena musibah," ujar Wiranto melalui keterangan tertulis dari Humas Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (2/10).

Dalam menyikapi musibah tersebut, Wiranto mengaku justru mengundang pejabat kementerian/lembaga terkait, seperti Kepala BNPB Letjen Doni Monardo agar melakukan langkah-langkah cepat guna meringankan beban pederitaan masyarakat terdampak bencana gempa di Maluku.

"Hasil rapat pemerintah pusat segera memberikan bantuan sesuai standar tanggap darurat, antara lain bantuan korban meninggal, bantuan untuk rumah yang rusak, bantuan kebutuhan dasar pengungsi, dan lain sebagainya," kata dia.

Kala itu, sambung dia, Kepala BNPB melaporkan bahwa banyaknya pengungsi bukan hanya karena rumahnya hancur, tetapi karena adanya informasi akan adanya gempa susulan yang lebih besar dan tsunami. Padahal, terang dia, berdasarkan laporan tidak ada badan resmi yang memberi informasi seperti itu.

Selain Kepala BNPB, lanjut dia, rapat yang digelar di Kantor Kemenko Polhukam, akhir pekan lalu, juga dihadiri Menteri Sosial, Menteri Kesehatan, Panglima TNI, Kapolri, dan Kepala BIN.

Hasil rapat juga menyimpulkan bahwa perlu ada penjelasan tentang keadaan yang sebenarnya dan mengimbau masyarakat untuk kembali ke rumah masing-masing.

"Karena dalam pengungsian pasti akan banyak masalah yang akan dihadapi, baik masalah pendidikan anak-anak juga adanya risiko penyakit yang biasa muncul di pengungsian," tandasnya. (OL-8)

Baca Juga

Dok.MI

Polri Usut Kasus Video Tik-tok Hina Jokowi dan Puan

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Selasa 24 November 2020, 21:01 WIB
Video yang diunggah akun TikTok @acygacalfarucha, menyebut Jokowi dan Puan adalah keturunan...
MI/CAHYA MULYANA

Rakyat Majemuk Jadikan Indonesia Pilih Demokrasi

👤Cahya Mulyana 🕔Selasa 24 November 2020, 20:45 WIB
Demokrasi sering menghadapkan dua hal yang sama-sama diperlukan tetapi...
Puspenkum Kejagung

Jaksa Agung: Berikan Efek Jera di Sektor Ekonomi Pelaku Korupsi

👤Golda Eksa 🕔Selasa 24 November 2020, 20:08 WIB
Aparat penegak hukum (APH) sejatinya mulai menyesuaikan orientasi penegakan hukum yang selama ini...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya