Rabu 02 Oktober 2019, 17:00 WIB

Soal Anak di Demonstrasi, KPAI Bentuk Tim Terpadu

Rifaldi Putra Irianto | Humaniora
Soal Anak di Demonstrasi, KPAI Bentuk Tim Terpadu

ANTARA FOTO/Reno Esnir
Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Susanto (kedua kiri)

 

MENYIKAPI adanya keterlibatan anak-anak dalam aksi unjuk rasa yang berlangsung pada beberapa hari terakhir di Jakarta, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melakukan pertemuan dengan beberapa lintas sektor kementerian serta pihak terkait lain untuk membahas upaya jangka pendek dan panjang penanganan kasus tersebut.

"Hari ini, KPAI mengundang lintas kementerian dan stakeholder. Kita membahas beberapa hal mengenai upaya jangka pendek dan jangka panjang terkait dugaan keterlibatan anak dalam beberapa hari terakhir pada aksi demonstrasi," kata Ketua KPAI Susanto di kantornya, Jakarta, Rabu (2/10).

Ia mengatakan pihaknya bersama dengan jajaran instasi terkait menyepakati akan membentuk Tim Terpadu Perlindungan Anak untuk menindaklanjuti keterlibatan anak-anak dalam unjuk rasa beberapa waktu lalu.

"Kami menyampaikan hasil pertemuan yang dilakukan hari ini, disepakati membentuk Tim Terpadu Perlindungan Anak untuk menindaklanjuti beberapa hal," jelasnya.

Baca juga: Disdik DKI Siapkan Sanksi Bagi Pelajar Demonstrasi

Adapun Tim Terpadu Perlindungan Anak akan diketuai oleh Deputi Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Sementara itu, Ketua Tim Terpadu Perlindungan Anak Nahar mengungkapkan tim akan melakukan beberapa langkah-langkah untuk meminimalkan terjadinya kembali hal tersebut.

"Nantinya akan ada tiga langkah dalam penanganan kasus ini, pertama melakukan kompilasi data, kedua melakukan upaya-upaya jangka pendek dan jangka panjang. Jangka pendek terkait kebutuhan-kebutuhan saat ini, jangka panjangnya adalah menindaklanjuti dari apa yang sudah ditangani. Kemudian ketiga terkait dengan tindak lanjut, beberapa kemungkinan sudah mendesain kegiatan-kegiatan dalam lintas kementerian-kementerian terkait," tuturnya.

Ia pun berharap tim tersebut nantinya dapat meminimalkan kejadian serupa dapat terulang.

"Kita harapkan, belajar dari pengalaman saat ini, nantinya bisa lebih memastikan proses pendidikan, proses kehidupan sosial dari anak-anak ini bisa di jembatani untuk menyiapkan menjadi generasi-generasi yang bagus," pungkasnya.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More