Rabu 02 Oktober 2019, 16:18 WIB

Presiden: Jadikan Batik Sebagai Duta Budaya Indonesia

Nur Aivanni | Politik dan Hukum
Presiden: Jadikan Batik Sebagai Duta Budaya Indonesia

ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha
Presiden Joko Widodo (kiri) menerima kenang-kenangan buku Batik Indonesia dari Ketua Yayasan Batik Indonesia (YBI) Jultin Ginandjar (kanan)

 

PRESIDEN Joko Widodo meminta kepada masyarakat Indonesia untuk menjadikan batik sebagai duta budaya Indonesia. Hal itu disampaikannya dalam acara puncak peringatan Hari Batik Nasional 2019 di Puro Mangkunegaran, Kota Surakarta, Jawa Tengah.

"Kita harus berani mengenalkan terus batik ke acara-acara internasional. Dan menjadikan batik sebagai duta budaya Indonesia pada masyarakat dunia," kata Jokowi yang mengenakan batik dengan motif tambal pamiluto, Rabu (2/10).

Pada kesempatan tersebut, Presiden mengatakan dibutuhkan kerja keras seluruh pihak untuk melestarikan batik. Ia pun bercerita mengenai pertemuannya dengan mantan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull beberapa waktu lalu.

Baca juga: Presiden: Komitmen Batik sebagai Warisan Budaya Indonesia Dijaga

Saat itu, Turnbull datang dengan mengenakan batik yang sudah disiapkan oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu sempat pangling saat melihat penampilan Turnbull.

"Saya pangling karena batiknya bagus sehingga betul-betul mengubah (gambaran) bahwa beliau bukan dari Australia, kelihatan dari Solo," ucapnya.

Saat menghadiri puncak peringatan Hari Batik Nasional tersebut, Presiden turut membatik bersama ratusan pembatik lainnya. Ia pun sempat berbincang dengan para pembatik serta para pelajar yang ikut serta dalam kegiatan tersebut.

Dalam acara tersebut, Presiden juga ikut membatik dengan menggunakan alat batik cap. Sementara itu, Ibu Negara Iriana dan Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional Mufidah Jusuf Kalla juga tampak membatik menggunakan canting.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More