Rabu 02 Oktober 2019, 14:14 WIB

Wantimpres: Pembangunan Negara dimulai dari SDM

M Iqbal Al Machmudi | Politik dan Hukum
Wantimpres: Pembangunan Negara dimulai dari SDM

Rumgapres
Presiden Joko Widodo memberikan ucapan selamat kepada Abdul Malik Fajar (kiri) menjadi wantimpres

 

ANGGOTA Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Abdul Malik Fadjar mengatakan pembangunan sebuah negara dimulai dari memperbaiki dan membangun SDM.

"Dimulai dari pembangunan SDM. Dalam pembangunan SDM harus berfokus pada kemampuan komunikasi, kepemimpinan dan semangat ingin tahu," kata Abdul dalam diskusi di kawasan M.H Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (2/10).

Dirinya juga memperhatikan bagaimana SDM menjawab berbagai persoalan yang dihadapi saat ini. Beberapa perubahan yang dialami saat ini, terjadinya proses globalisasi dalam segala bidang, perkembangan tuntutan HAM, loncatan pemanfaatan teknologi informasi sangat berpengaruh dan rentan terhadap informasi.

"Selain itu tidak perlu untuk menghafal segala sesuatu. Agar terarah sebagai acuan dalam menjawab berbagai persoalan yang dihadapi saat ini yang akan datang dari dalam negeri maupun luar negeri," ujar Abdul.

Baca juga: SDM Modalitas Penting Pembangunan Negara

Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Sri Adiningsih mengatakan pembangunan SDM juga diperlukan demi mewujudkan sebuah Indonesia Emas pada tahun 2045 mendatang.

"Indonesia emas kan ketika 100 tahun atau 25 tahun lagi di 2045. Perjalanan Indonesia merdeka dengan segala dinamika mulai dari politik, sosial, budaya dan SDM," kata Sri.

Menurutnya, untuk mencapai Indonesia emas tahun 2045 akan ditentukan pada masa lima tahun ke depan.

"Ditengah gelombang besar perubahan digitalisasi untuk mencapai 100 tahun kemerdekaan yang menjadi penting di lima tahun ke depan," ujarnya.

"Hal itu untuk mewujudkan mimpi-mimpi anak bangsa yang perlu dipersiapkan dengan baik sehingga mencapai cita-cita kemerdekaan," tutupnya.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More