Rabu 02 Oktober 2019, 13:37 WIB

Jelang HUT TNI, Tentara Tanam Mangrove di Lembata

Alexander P Taum | Nusantara
Jelang HUT TNI, Tentara Tanam Mangrove di Lembata

MI/Alex P Taum
Tentara ramai-ramai menanam tanaman bakau di tepi pantai Desa Pada, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, NTT, Rabu (2/10).

 


RATUSAN pohon bakau atau mangrove ditanam di tepi pantai Desa Pada, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Penanaman ratusan pohon bakau ini dilaksanakan menjelang HUT TNI ke -74 yang diperingati setiap 5 Oktober.

Dipimpin Oleh Danramil 03/Lewoleba, Kapten Inf. Achmad Setiyadi.J, aksi tanam mangrove ini menggandeng seluruh Babinsa, anggota Pos TNI-AL Lembata, anggota TNI yang bertugas di Kecamatan Nubatukan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten Lembata, Forum PRB Lembata dan masyarakat setempat.

Danramil 03/Lewoleba, Kapten Inf. Achmad Setyadi.J, kepada Media Indonesia, Rabu (2/10) mengatakan, tanaman mangrove sangat penting bagi kehidupan warga yang bermukim di wilayah pesisir. Memperbanyak tanaman mangrove sama halnya meminimalisir dampak bencana.

“Tanam bakau adlaah salah satu upaya mitigasi bencana alam.  Tanam bakau sebanyak-banyaknya sama dengan upaya pengurangan risiko bencana. Kalau kita bicara dari prespektif Pengurangan Resiko Bencana (PRB). Kita tidak pernah tahu kapan dan bagaimana bencana akan menghantam kabupaten satu pulau ini," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Forum PRB Lembata, Andris Koban menjelaskan, salah satu program yang kerap dilaksanakan Forum PRB Lembata adalah menanam mangrove dalam berbagai kesempatan.

baca juga: Toga Desa Gajah Mati Hidupkan Perekonomian Masyarakat

"Menanam bakau adalah salah satu cara untuk mendorong rakyat untuk  tidak menebang bakau. Kalau orang tebang bakau, kami akan ganti dengan menanam bakau. Sampai warga sadar bahwa bakau sangat penting artinya bagi kehidupan di pulau ini," ujar Andris Koban. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More