Rabu 02 Oktober 2019, 11:49 WIB

Bupati Flotim Tolak Minum Air Kemasan Saat Pelantikan Ketua DPRD

Ferdinandus Rabu | Nusantara
Bupati Flotim Tolak Minum Air Kemasan Saat Pelantikan Ketua DPRD

MI/Ferdinandus Rabu
Bupati Flores Timur Antonius Gege Hadjon saat menghadiri pelantikan pimpinan DPRD, Rabu (2/10).

 

PELANTIKAN pimpinan DPRD Kabupaten Flores Timur (Flotim), Provinsi Nusa Tenggara Timur diwarnai aksi Bupati Flotim Antonius Gege Hadjon yang menolak minum air kemasan berbotol plastik, sebagai wujud keseriusa memerangi sampah plastik di daerah ini.

Pada saat pelantikan pimpinan DPRD di Gedung DPRD Flores Timur di Larantuka, Rabu (2/10), air kemasan telah disiapkan di meja masing-masing. Usai mengambil sumpah jabatan pimpinan DPRD dan dilanjutkan santap bersama, tiba-tiba bupati Flores Tinur menghidupkan pengeras suara. Dengan suara kesal, ia mengatakan tidak akan minum air kemasan tersebut. Usai menyampaikan penolakan tersebut, bupati lalu mematikan kembali pengeras suara.

"Saya tidak akan minum air kemasan plastik ini, karena saya sudah keluarkan perbup yang melarang penggunaan produk plastik di daerah ini. Sebenarnya tidak pelu ada lagi produk air kemasan di sini. Saya tidak mau minum air kemasan ini," tegas Bupati Anton.

Sekejap suasana dalam ruang pelantikan tampak hening. Lalu bupati pun kembali menyampaikan agar anggota DPRD juga bisa mendukung keputusan pemerintah terkait perbup pelarangan produk plastik di daerah ini.

"Saya sangat berharap agar DPRD yang baru ini bersama pemerintah serius memerangi sampah plastik. Saya minta dukungan terhadap perbup ini dan selanjutnya dalam kegiatan sidang ataupun kegiatan DPRD lainnya, sekwan dapat menyiapkan air dengan gelas tanpa bahan plastik," lanjut Bupati Anton.

baca juga: NPHD Pemilihan Wali Kota Makassar Rp78 Miiliar

Menurutnya gerakan pedulu terhadap pengurangan sampah plastik harus dimulai dari sekarang. Dengan membiasakan diri tidak menggunakan produk plastik.

"Kan sudah ada perbub, tinggal bagaimana kita menjalankannya," ujarnya.
(OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More