Rabu 02 Oktober 2019, 08:47 WIB

Pompeo Cegah Staf Deplu AS Bersaksi Terkait Pemakzulan Trump

Marcheilla Ariesta | Internasional
Pompeo Cegah Staf Deplu AS Bersaksi Terkait Pemakzulan Trump

AFP/Tom Brenner/Getty Images
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo

 

MENTERI Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo mencegah lima stafnya bersaksi dalam penyelidikan pemakzulan Presiden Donald Trump.

Kelima staf tersebut rencananya akan bersaksi dalam penyelidikan tuduhan bahwa Trump menyalahgunakan jabatannya untuk mencari kesalahan lawan politiknya.

"Saya akan gunakan segala cara yang saya miliki untuk mencegah dan mengekspos segala upaya untuk mengintimidasi para profesional yang berdedikasi, yang saya banggakan," kata Pompeo dilansir AFP, Rabu (2/10).

Partai Demokrat menuding Pompeo menghalangi penyelidikan. Menurut laporan media lokal, partai yang menguasai Kongres itu menjadwalkan wawancara dengan setidaknya dua diplomat yang diduga memiliki keterlibatan langsung dalam masalah Ukraina.

Baca juga: Trump Sebut Upaya Pemakzulan Sebagai Kudeta

Dua diplomat itu adalah mantan utusan khusus Kemenlu AS untuk Ukraina Kurt Volker dan mantan Duta Besar AS untuk Kiev Marie Yovanovitch.

Volker akan memberikan kesaksian pada Kamis (3/10) sementara Yovanovitch pada 11 Oktober nanti.

Volker telah direkrut pengacara Donald Trump Rudy Giuliani untuk membantu menekan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Trump dituding menggunakan kekuasaannya untuk menekan Ukraina agar membantu mereka dalam mengungkap 'kejahatan' Joe Biden, lawan politik Trump yang akan maju dalam pemilihan presiden 2020.

Pekan lalu, Demokrat memutuskan menyelidiki laporan pengaduan yang mengatakan Trump menelepon Presiden Zelensky.

Dalam transkrip yang diungkapkan Gedung Putih, Trump terlihat menekan mantan pelawak itu untuk memberinya informasi berguna mengenai mantan wakil presiden AS tersebut. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More