Rabu 02 Oktober 2019, 08:50 WIB

Pancasila Benteng Bangsa Indonesia

Akmal Fauzi | Politik dan Hukum
Pancasila Benteng Bangsa Indonesia

ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla.

 

PANCASILA dinilai telah menjadi benteng bagi bangsa Indonesia dalam menghadapi ancaman atau serbuan dari ideologi-ideologi lain. Karena itu, Presiden Joko Widodo meminta masyarakat Indonesia untuk selalu mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat. Hal itu dituliskan Jokowi dalam akun Instagram pribadinya, kemarin.

Jokowi menyebut takdir bangsa Indonesia ialah keberagaman, dari etnik, bahasa, adat istiadat, serta agama, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Rote, dan yang menjadi pemandu bagi persatuan ialah Pancasila, ideologi bangsa kita.

'Berbagai ujian datang untuk menggoyahkan persatuan, tapi semuanya terpental oleh keteguh-an kita pada komitmen bersama untuk mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat', tulisnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Hilmar Farid mengatakan penanaman nilai-nilai Pancasila, terutama kepada generasi muda, melalui perilaku hidup masyarakat sehari-hari.

"Penanaman nilai Pancasila berjalan di beberapa level. Yang formal tentu saja melalui pelajaran Pancasila yang dirumuskan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP)," ujar Hilmar.

Untuk penanaman nilai Pancasila di bidang kebudayaan, kata dia, langsung pada praktik Pancasila. "Jadi bukan rumusannya, tapi lebih banyak pada perilaku," tambah dia.   

Menurut Hilmar, penanaman nilai Pancasila dilakukan melalui sejumlah kegiatan budaya yang diselenggarakan Kemendikbud. Beberapa kegiatan yang diselenggarakan seperti Seniman Mengajar dan Seniman Masuk Sekolah.

"Memang pendekatannya agak berbeda, kalau di pelajaran formal ada penghafalan nilai dan langsung pada praktik," kata dia.

Lewat kegiatan Seniman Mengajar, kata Farid, siswa belajar mengenai kebinekaan dan memperkenalkan budaya satu sama lain. Dalam hal ini pihaknya lebih menekankan kepada praktik ketimbang teori.

Bhinneka Tunggal Ika, lanjut dia, mensyaratkan pengenalan budaya yang lain kepada siswa.

 

Upacara bendera

Terkait dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini, Presiden Jokowi menghadiri upacara sekaligus menjadi inspektur upa-cara di Lapangan Monumen Pancasila Sakti, Pondok Gede, Jakarta Timur.

Dengan mengenakan jas hitam dan peci hitam, Presiden didam-pingi Wakil Presiden Jusuf Kalla serta Ibu Negara Iriana Joko Widodo serta istri Wapres, Mufidah Kalla. Sejumlah menteri kabinet kerja juga hadir, seperti Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, serta Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Acara dimulai dengan men-dengarkan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan meng-heningkan cipta sejenak yang dipimpin Presiden Jokowi untuk mengenang jasa para pahlawan.

Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan teks Pancasila oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Osman Sapta Odang, disusul dengan pembacaan Pembukaan UUD 1945 oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan, dan pembacaan Ikrar Pancasila oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo.

Selepas rangkaian upacara, Presiden Jokowi beserta Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Negara Iriana beserta Ibu Mufidah Jusuf Kalla mengunjungi sumur lubang buaya tempat di mana sejumlah pahlawan revolusi dimasukkan ke lubang tersebut.

Setelah itu, mereka kemudian beramah-tamah dengan keluarga Pahlawan Revolusi dan mendengarkan persembahan lagu-lagu perjuangan dari kelompok paduan suara. (Ant/P-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More