Rabu 02 Oktober 2019, 07:10 WIB

Dosen IPB Tersangka Rencana Kerusuhan

Tri Subarkah | Politik dan Hukum
Dosen IPB Tersangka Rencana Kerusuhan

MI/Susanto
Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo

 

KEPALA Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengungkap keterlibatan Abdul Basith, dosen IPB University, yang merencanakan aksi kerusuhan saat Aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI pada Sabtu, 28 September lalu.

"Tersangka AB, dari hasil pemeriksaan saat ini, masih berkembang proses peme-riksaannya. AB ini merekrut dua orang atas nama S dan OS," ujar Dedi di Mabes Polri, Jakarta, kemarin.

Dedi juga mengungkap pe-ran tersangka lainnya. Melalui pemeriksaan diketahui tersangka S berperan mencari orang yang memiliki kemampuan membuat bom dan OS menerima dana yang akan digunakan eksekutor lain untuk melakukan provokasi dan kerusuhan pada Aksi Mujahid 212.

"Dari S tersebut sudah merekrut empat orang atas nama tersangka JAF, AL, AD, dan SAM. Mereka ini memiliki kualifikasi membuat bom sekaligus merangkap sebagai eksekutor," papar Dedi.

Tersangka OS juga merekrut tersangka FEB yang menerima perintah untuk mendapatkan uang demi operasional di lapangan. Di samping itu, ia berperan membeli bahan-bahan untuk merakit bom molotov yang rencananya digunakan untuk melakukan kerusuhan. Selain FEB, OS juga merekrut tersangka lain berinisial YF dan ALI.

Dari hasil pemeriksaan sampai saat ini, lanjut Dedi, sudah terlihat siapa perancang kerusuhan tersebut. "Sudah kelihatan mastermind siapa, kemudian layer kedua siapa, kemudian operator di lapangan siapa, mulai perakit dan eksekutor masih didalami Polda Metro Jaya."

Mengenai pasal yang di-sangkakan kepada tersangka, Dedi menyebut cukup banyak. "Undang-Undang Darurat, KUHP 169. Ada beberapa pasal yang diterapkan di sini sesuai dengan perbuatan masing-masing. Di sini cukup banyak, baik pasal KUHP maupun pasal-pasal terkait menyangkut masalah UU Darurat kepemilikan bahan peledak."

Pada bagian lain, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menambahkan pihaknya akan terus memberkas AB beserta kelompoknya dalam dugaan rencana se-rangan tersebut.

Saat penangkapan AB, polisi menggeledah rumahnya dan menemukan bom molotov. Barang berbahaya itu rencananya digunakan AB dan kelompoknya untuk menyusup dan menebar teror di Aksi Mujahid 212. 

Kepala Biro Humas IPB, Yat-ri Indah Kusumastuti, mengatakan pihaknya terkejut dan prihatin dengan kabar itu. Ia menegaskan yang dilakukan AB tidak ada sangkut pautnya dengan IPB. "Dan kami menghormati proses hukum yang berlaku." (Tri/Fer/X-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More