Selasa 01 Oktober 2019, 22:28 WIB

Pemprov Riau Cabut Status Darurat Pencemaran Udara

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Pemprov Riau Cabut Status Darurat Pencemaran Udara

Antara/ Rony Muharrma
Satgas Karhutla Riau berusaha memadamkan kebakaran lahan gambut di Kabupaten Kampar, Riau, Selasa (24/9)

 

PEMERINTAH Provinsi Riau menghentikan  status darurat pencemaran udara per 30 September 2019. Keputusan itu berdasarkan rapat bersama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan seiring nihilnya titik api.

"Status yang berlangsung selama sepekan tidak diperpanjang, seiring kualitas udara sudah kembali membaik," kata Plt Sekretaris Daerah Provinsi Riau Ahmadsyah Harrofie lewat keterangan resminya, Selasa (1/10).

Berdasarkan hasil laporan indeks standar pencemaran udara atau ISPU dalam tiga hari terakhir di wilayah Pekanbaru, Siak, Kampar, Dumai, Rokan Hilir, dan Bengkalis, menunjukkan kualitas udara daerah itu di level Baik hingga Sedang.

"Dari data hotspot 30 September 2019, dengan level confidence di atas 70 persen hasilnya nihil atau tidak ada titik api. Karena itu mulai 1 Oktober 2019 semua Posko Rumah Singgah atau Posko Evakuasi Korban Asap ditutup," sebutnya

Sebelumnya Pemprov Riau pada 23 September, menetapkan status daerahnya sebagai wilayah darurat pencemaran udara. Dengan keputusan itu, Pemprov telah menyiapkan sejumlah posko pengobatan bagi korban kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (OL-8)

Baca Juga

MI/RAMDANI

WFH ASN Diperpanjang Hingga 4 Juni

👤Cahya Mulyana 🕔Jumat 29 Mei 2020, 07:45 WIB
Perpanjangan masa WFH bagi ASN dilakukan setelah memperhatikan arahan Presiden Joko Widodo untuk menyusun tatanan kehidupan baru atau the...
BAKTI KOMINFO

Tambah Pandai di Masa Pandemi

👤 *** 🕔Jumat 29 Mei 2020, 07:35 WIB
Saat ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika sedang memberi kesempatan bagi 17.200 peserta untuk mendapatkan beasiswa pelatihan DTS...
MI/ARDI TERISTI HARDI

​​​​​​​DPR Pertanyakan Penunjukan Plt Dirut TVRI

👤Cahya Mulyana 🕔Jumat 29 Mei 2020, 07:31 WIB
Hal itu di luar rekomendasi Komisi I ditambah terdapat beberapa catatan atas riwayat...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya