Selasa 01 Oktober 2019, 20:40 WIB

Polri Tangkap 649 Orang Diduga Perusuh di Ibu Kota

Ferdian Ananda Majni | Megapolitan
Polri Tangkap 649 Orang Diduga Perusuh di Ibu Kota

Dok. MI
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo

 

KEPALA Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, mengatakan, sejauh ini pihaknya telah menangkap sedikitnya 649 orang yang diduga terlibat dalam serangkaian kericuhan yang terjadi di Ibu Kota Jakarta. Bahkan, proses penyelidikan masih berlangsung di Mapolda Metro Jaya.

"Jadi untuk sementara total perusuh yang diamankan 649 orang. Saat ini masih dalam proses penyelidikan,nanti apabila kalau sudah selesai proses penyelidikan baru bisa ditingkatkan status hukumnya," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (1/10).

Dari total 649 orang itu, Dedi menyebut mereka masing-masing ditangani oleh Direktorat Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro memeriksa 258 orang, Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) 40 orang, dan Direktorat Tindak Pidana Narkoba 82 orang.


Baca juga: 400 Pelajar Terjaring di Kota Bekasi Selama Demo


Kemudian di Polres Jakarta Utara tangkap 36 orang, Polres Jakarta Pusat menangkap 63 orang, dan Polres Jakarta Barat menciduk 170 orang. Dedi menjelaskan, penyidik masih mengumpulkan sejumlah barang bukti untuk meningkatkan status.

"Saat ini masih dalam proses penyelidikan, nanti apabila kalau sudah selesai proses penyelidikan baru bisa ditingkatkan status hukumnya," sebutnya.

Akibat ulah para perusuh itu, kata Dedi puluhan aparat kepolisian yang bersiaga dan bertugas di lapangan juga mengalami luka-luka. Bahkan, sebagian dari mereka masih dirawat intensif di RS. Di antaranya, RS Polri, RS Angkatan Laut (AL), RS Pelni, RS Pertamina Pusat, Bidokes, dan RS Bakti Mulya. (OL-1))

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More