Selasa 01 Oktober 2019, 20:18 WIB

HUT Tiongkok. Demonstran Hong Hong Sebut Hari Duka Cita

melalusa Sushtira Khalida | Internasional
HUT Tiongkok. Demonstran Hong Hong Sebut Hari Duka Cita

AFP/Anthony Wallace
Demonstran Hong kong bentrok dengan kepolisian di perayaan HUT ke-70 Tiongkok

 

PERPECAHAN yang melanda Hong Kong ikut menandai peringatan 70 tahun berdirinya Republik Rakyat Tiongkok dibawah pemerintah Partai Komunis Tiongkok. Perayaan akbar tersebut pun ditentang oleh demonstran Hong Kong dengan aksi unjuk rasa yang dijuluki “Hari Duka Cita”.

Para pengunjuk rasa anti-pemerintah bertekad untuk mengeruhkan perayaan akbar HUT Tiongkok dan menggunakan perayaan itu untuk meningkatkan demonstrasi yang telah berjalan hampir empat bulan guna mendorong kebebasan demokrasi dan akuntabilitas polisi yang lebih besar.

Puluhan ribu massa memadati jalan-jalan Hong Kong, sekalipun pihak berwenang telah menolak memberikan izin untuk mengadakan unjuk rasa dan polisi telah mengeluarkan peringatan untuk meninggalkan tempat kejadian sesegera mungkin pada Selasa (1/10) sore.

Bentrokan dengan polisi pun kembali pecah ketika para demonstran mengabaikan larangan untuk menggelar unjuk rasa ke jalan pada Selasa (1/10).

Sementara itu, sekelompok massa dengan jumlah yang lebih kecil berkumpul di distrik-distrik lain di wilayah Hong Kong. Polisi menembakkan gas air mata dan peluru karet ke pengunjuk rasa garis keras tersebut, setidaknya di empat lokasi terpisah.

Baca juga : Xi Jinping: Tidak ada Kekuatan yang Dapat Hentikan Tiongkok

Pihak berwenang juga mengatakan para pengunjuk rasa melemparkan cairan korosif ke petugas di Tuen Mun, sembari menunjukkan foto seorang polisi dengan luka bakar ditubuhnya dan lubang-lubang di seragamnya.

Sementara di Tsuen Wan, demonstran bertopeng melawan polisi anti huru hara dan berhasil memaksa polisi mundur ke balai kota terdekat.

Sementara itu, kerumunan massa dalam jumlah besar bergerak ke arah gedung yang dianggap mewakili pemerintah pusat Tiongkok, yang juga menjadi target sebelumnya oleh para pengunjuk rasa.

Namun, langkah aksi mereka dihentikan oleh polisi anti huru hara yang memukul mundur massa.

Pada satu momen tertentu dalam aksi unjuk rasa, para pengunjuk rasa melemparkan telur ke potret Xi Jinping dan merobek plakat-plakat besar hingga menginjak-injak poster-poster yang merayakan HUT ke-70 Tiongkok.

"Tiga bulan berlalu dan lima tuntutan kami belum tercapai. Kami harus melanjutkan perjuangan kami," ujar seorang pengunjuk rasa kepada Agence France-Presse, yang mengenakan topeng Guy Fawkes dari film dan komik V for Vendetta.

Kontras dengan aksi unjuk rasa yang terjadi di Hong Kong, perayaan megah tengah berlangsung di Beijing. Parade militer besar-besaran dilangsungkan di Lapangan Tiananmen di bawah pengawasan Presiden Tiongkok Xi Jinping.

Di antara mereka yang hadir menyaksikan parade itu adalah Pemimpin Eksekutif Hong Kong Carrie Lam, yang secara historis memiliki peringkat persetujuan yang rendah di Hong Kong sebagaimana kemarahan publik memanas atas meningkatnya kontrol Beijing atas Hong Kong.

Sebuah gambar yang jelas menggambarkan ketidakamanan politik yang kini menjalar ke seluruh Hong Kong, di mana para pejabat Hong Kong terpaksa menyaksikan upacara pengibaran bendera HUT ke-70 Tiongkok dari balai pertemuan terdekat pada Selasa (1/10) pagi.

Baca juga : Polisi Hong Kong Minta tidak Ada Demonstrasi pada 1 Oktober

Padahal sejak penyerahan kembali Hong Kong ke Tiongkok pada 1997, para pejabat Hong Kong selalu menghadiri upacara di luar ruangan, sekalipun bila hujan turun.

Unjuk rasa yang meletus sejak Juni tersebut meningkatkan resiko bagi para pejabat untuk tampil di depan umum. Upacara pengibaran bendera pada hari peringatan penyerahan Hong Kong pada 1 Juli lalu pun juga disaksikan dari dalam ruangan.

Semenjak pagi, pemeriksaan keamanan Hong Kong pun diperketat. Polisi melakukan pemberhentian dan penggeledahan. Sementara itu, pihak berwenang Hong Kong juga mengumumkan penutupan 15 stasiun kereta bawah tanah.

Sebaliknya, unjuk rasa pendukung Tiongkok juga berlangsung di Hong Kong. Pada pagi hari, sekerumunan massa berjumlah sekitar 50 orang mengibarkan bendera dan meneriakkan “Hidup tanah air!’.

“Kami adalah orang Tiongkok dan seluruh bangsa sedang merayakan," ujar Kitty Chan. (AFP/Uca)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More