Selasa 01 Oktober 2019, 18:45 WIB

Klub IBL Kini Bisa Miliki 3 Pemain Asing Saat Kompetisi

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Olahraga
Klub IBL Kini Bisa Miliki 3 Pemain Asing Saat Kompetisi

Antara/M. Agung Rajasa
Laga final IBL 2019 yang mempertemukan STAPAC Jakarta dengan Satria Muda Pertamina

INDONESIA Basketball League (IBL) 2020 akan kembali bergulir mulai 10 Januari mendatang. Demi berjalannya liga tanpa ada persoalan atau polemik yang menghinggapi, perubahan kecil pun dilakukan penyelenggara IBL terkait regulasi pemain asing untuk musim 2019/2020.

Tak hanya soal regulasi pemain asing, IBL pun turut memerhatikan regulasi pemain debutan atau kerap disebut rookie. Hal itu diungkapkan Direktur Utama IBL, Junas Miradiarysah, ketika berdiskusi dengan pewarta di FX Sudirman, Jakarta, Selasa (1/10).

Menurutnya, regulasi pebasket asing secara umum masih sama, namun ada beberapa teknis yang berbeda. Pihak klub sendiri diperbolehkan memiliki tiga pemain asing dengan opsi hanya memainkan dua pemain saja di lapangan, sisanya di bangku cadangan.

Dengan bertambahnya jumlah pemain asing, maka pihak IBL pun memutuskan untuk menaikan batas maksimal gaji atau salary cap menjadi 6000 dolar AS yang asalnya 4000 dolar AS di musim lalu.

IBL juga memperbarui Batas Aturan Tinggi Badan pemain asing dalam draft IBL musim 2019-2020. IBL kini menetapkan seluruh pemain asing yang akan berlaga di IBL maksimal memiliki tinggi 200 centimeter.

Baca juga : Peminat DBL di Ibu Kota Meningkat

Hal itu tentu berbeda dengan peraturan tahun lalu yang mewajibkan pemain asing tipe small man punya maksimal 188 cm, sementara posisi big man yang tak memiliki batasan tinggi.

“Suka tak suka, pembicaraan tentang size di seluruh dunia itu ada, dengan adanya pemain asing tentu tim pun bisa terangkat. Terkait batas tinggi pemain asing, kami sengaja membatasi tinggi 200 m agar tidak terlampau jauh antara pemain lokal dengan pemain asing. Jadi kita bisa imbangi dengan pemain lokal,” ujar Junas, Selasa (1/10).

Regulasi rookie untuk musim depan pun mengalami perubahan. Untuk rookie paling muda minimal harus berusia 19 tahun. Keputusan diambil untuk menjaring pemain-pemain muda untuk mentas di level profesional.

“Draft pick rookie itu nantinya dari scouting Liga Mahasiswa (Lima) dan Perbasi. Draft pick rookie dan pemain asing nantinya akan dimulai pada 13 November. Kemungkinan pemain asing akan tiba pada awal Desember,” tuturnya.

Nantinya, klub pun diperbolehkan mengganti pemain asing sebanyak dua kali. Satu diantaranya setelat seri keempat, dan satu kesempatan lagi sebelum seri ke delapan bergulir. Khusus untuk pemain lokal, hanya diperbolehkan satu kali pergantian saja, yakni pascaseri keempat.

Baca juga : DBL Ingin Cetak Pemain Profesional

Perihal kontrak pemain khusus rookie, IBL mewajibkan klub untuk kontrak satu tahun untuk tahun pertama dan tahun kedua.

“Ini evaluasi dari musim sebelumnya. Setiap tim minimal mengambil satu pemain, namun bisa juga mengambil tiga atau empat pemain, sesuai dengan kebutuhan tim,” ucapnya.

Pihak IBL juga mewajibkan seluruh tim untuk mendaftarkan pemain rekomendasi. Setiap klub dibebaskan untuk mengusulkan satu pemain dari pelbagai latar belakang, seperti binaan, atau akademi.

“Khusus klub yang tak punya akademi, silahkan mereka mencari, nantinya pemain binaan itu tetap ikut rookie camp,” ujar junas. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More