Selasa 01 Oktober 2019, 17:44 WIB

BPS: Kenaikan Cukai Rokok akan Sumbang Inflasi 2020

Ihfa Firdausya | Ekonomi
BPS: Kenaikan Cukai Rokok akan Sumbang Inflasi 2020

ANTARA/AJI STYAWAN
Pekerja menandai kualitas tembakau rajangan di gudang penyimpanan tembakau milik sebuah industri rokok di Karangawen, Demak, Jawa Tengah.

 

KENAIKAN cukai rokok sebesar 23% pada tahun depan diprediksi dapat menyumbang inflasi. 

Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto saat menggelar konferensi pers di Gedung BPS, Jakarta Pusat, Selasa (1/10).

"Secara garis besar, kalau nanti harga rokok naik, pasti akan menyumbang kepada inflasi," ujar Suhariyanto.

Menurutnya, setiap bulan ada sumbangan inflasi untuk rokok kretek filter sebesar 0,01%.

"Jadi nanti kita lihat bulan Januari kalau dia naik 35% seperti apa? Kalau (kenaikan) enggak seketika, nyebar ke bulan-bulan dan naiknya halus, tentu dampaknya semakin akan kecil," imbuhnya.

Baca juga: BPS: September Alami Deflasi 0,27%

Namun, besaran dampak inflasi tersebut baru bisa dipaparkan BPS pada Februari tahun depan. 

"Pasti ada dampaknya. Tapi seberapa besarnya nanti saya sampaikan pada 1 Febuari 2020," pungkasnya.

Sebelumnya pada awal September lalu pemerintah memutuskan untuk menaikkan tarif cukai rokok sebesar 23% dan harga jual eceran menjadi 35%.

Penaikan tarif cukai itu mulai berlaku pada Januari 2020. Pemerintah menilai upaya ini demi meningkatkan penerimaan cukai pada tahun depan yang ditargetkan Rp179,2 triliun. (A-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More