Selasa 01 Oktober 2019, 14:51 WIB

Poster Interaktif Ajak Siswa Lebih Konsentrasi Di Jam Terakhir

Siswantini Suryandari | Humaniora
Poster Interaktif Ajak Siswa Lebih Konsentrasi Di Jam Terakhir

Istimewa
Sejumlah siswa MAN 3 Kulonprogo sedang belajar mata pelajaran Biologi dengan metode poster interaktif

 

NURHAYANTI paling bingung bila saat ia mengajar mata pelajaran Biologi pada jam-jam terakhir. Umumnya siswa mengantuk dan tidak konsentrasi.

"Padahal saya sudah berupaya bagaimana murid bisa memahami apa yang saya ajarkan. Tapi umumnya bila sudah siang, anak-anak mayoritas kehilangan konsentrasi atau mengantuk, lelah," kata bu Inung sapaan akrab guru MAN 3 Kulonprogo kepada Media Indonesia, Selasa (1/10).

Ia kemudian mencari model mengajar agar anak-anak bisa berkonsentrasi dalam belajar. Bahkan kalau bisa anak-anak juga tertarik mempelajari lebih mendalam. Salah satu caranya adalah metode pengajaran menggunakan poster interaktif. Menurut Nurhayanti, metode penggunaan poster interaktif ini merupakan penerapan metode active learning.

"Jadi menekankan pada siswa aktif berinteraksi secara langsung dengan materi ajar. Saya sebut poster interaktif karena siswa benar-benar berinteraksi dengan poster, materi ajar, dan teman dalam satu kelompok maupun dengan kelompok lain," terang guru Biologi ini.

Dijelaskannya, awalnya ia membuat poster interaktif, tetapi kemudian siswa berinisiatif untuk membuat sendiri sesuai kreasinya. Siswa membuat media ajar/purwa rupa berupa poster yang belum lengkap. Poster tersebut kemudian dilengkapi oleh siswa dari kelompok lain melalui kompetisi pasang tempel. Setelah itu dikoreksi bersama jumlah dan benar bagian yang ditempelkan.

Setelah poster interaktif lengkap, juru bicara masing-masing kelompok menjelaskan materi menggunakan poster interaktif. Siswa pembuat poster interaktif memberikan penilaian kepada kontestan. Metode ini memungkinkan siswa bermain dan berkompetisi untuk tampil sebaik mungkin. Setelah seluruh kelompok selesai menjelaskan, maka diadakan evaluasi.

"Di sini terjadi interaksi apa kelebihan dan kekurangan poster yang mereka buat. Seluruh siswa bisa memberikan umpan balik terhadap belajar menggunakan poster interaktif ini. Dalam proses belajar seperti ini, kelompok terbaik selalu diberi hadiah," kata Nurhayanti.

Ia telah menerapkan proses mengajar menggunakan metode poster interaktif sejak 23 Agustus 2019 sampai sekarang. Ia mendapatkan ide tersebut saat mengikuti program pelatihan Wardah Inspiring Teacher oleh Kampus Guru Cikal. Pada pelatihan ini, guru diajarkan untuk membuat 7 macam media ajar interaktif baik konvensional maupun berbasis teknologi informasi yang dapat merangsang kreativitas dan kemampuan berpikir siswa.

"Karena pada dasarnya belajar itu memanusiakan hubungan, merdeka belajar, kolaboratif, dan inovatif," tambahnya.

Dari metode belajar yang ia terapkan, ada umpan balik yang positif bagi siswa. Umumnya, lanjut Nurhayanti, siswa merasa senang, tertarik, tidak bosan atau mengantuk. Bahkan dari hasil penelitiannya, siswa benar-benar merasa aktif dan terlibat langsung dalam belajar meski pada jam terakhir pelajaran.

"Kalau saya tanya bagaimana belajar dengan metode poster interaktif, jawabnya seru bahkan mereka termotivasi untuk belajar. Dengan metode ini siswa selalu mempersiapkan diri untuk belajar terus," jelasnya.

Ia pun mengajarkan beberapa materi pelajaran tentang metabolisme atau biologi molekuler yang semula dianggap susah oleh para murid, kini menjadi mudah karena ada bantuan poster interaktif. Menurutnya, metode ini juga berefek positif pada sikap, ketrampilan, dan karakter.

baca juga: Perawatan Intensif Bukan Penghalang Bayi dapat ASI

"Dan berefek pada peningkatan nulai kognitif. Dengan metode ini siswa mencapai ketuntasan belajar hingga 80 %. Anak percaya diri, berani memberikan pendapat dan bisa menghargai pendapat siswa lain. Ini artinya keberhasilan tujuan pembelajaran dapat tercapai," ujar Nurhayanti. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More