Selasa 01 Oktober 2019, 10:23 WIB

Bupati Flotim Ajak Masyarakat Bangga Pada Pancasila

Ferdinandus Rabu | Nusantara
Bupati Flotim Ajak Masyarakat Bangga Pada Pancasila

MI/Ferdinandus Rabu
Para peserta apel bendera Hari Kesaktian Pancasila di halaman kantor bupati Flores Timur, NTT, Selasa (1/10).

 

UPACARA peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang berlangsung di halaman kantor bupati Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Selasa (1/10) cukup unik.

Apel bendera ini diikuti ratusan pegawai dan pelajar yang mengenakan busana daerah dan ikat kepala berupa kain merah putih. Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Flores Timur Antonius Gege Hadjon dengan seluruh Forkopimda.


Dalam sambutannya, Bupati Flotim Antonius Gege Hadjon mengimbau kepada seluruh ASN dan pelajar serta seluruh warga untuk bersama-masa menjaga Pancasila sebagai dasar negara dengan selalu mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai wujud cinta bangsa dan negara.

"Melalui momentum Hari Kesaktian Pancasila ini, saya mengajak kita semua untuk selalu berbangga memiliki Pancasila sebagai dasar negara. Kita harus bangga atas segala upaya yang telah dilakukan baik dari para pahlawan dan pejuang, pemerintah dahulu dan sekarang. Para mahasiswa, pelajar dan seluruh elemen masyarakat yang dengan aksinya masing-masing hanya untuk menjaga nila-nilai Pancasila demi utuhnya NKRI," ujarnya.

"Kita mengetahui adanya banyak perbedaan suku, agama, ras dan golongan di negara ini termasuk di Kabupaten Flores Timur, sehinggga sudah berulang kali saya sampaikan bahwa perbedaan-perbedaan itu tidak boleh menjadi bagian untuk memecah belah daerah dan bangsa, tetapi perbedaan tersebut harus menjadi bagian utama untuk mempersatukan kita dalam kehidupan sehari-sehari."

baca juga: Pemkot Medan Soroti Kinerja BPJS Kesehatan

Lebih lanjut bupati menegaskan bahwa  Bhineka Tunggal Ika memiliki arti berbeda beda tetapi tetap satu. Semboyan ini harus tetap dijaga demi tegaknya NKRI.

"Saya mengajak semua orang jangan menjadi bagaian dari pemecah belah bangsa ini. Kita tidak boleh menjadi bagian untuk menghancurkan bangsa ini, tetapi harus sama-sama saling merangkul dan mempertahankan bangsa ini dengan menjadikan perbedaan-perbedaan tersebut sebagai pemersatu bangsa, demi tetap tegaknya NKRI," tegas Bupati Anton. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More