Selasa 01 Oktober 2019, 10:10 WIB

PNM Investment Bidik Reksa Dana ETF Rp200 Miliar

Atalya Puspa | Ekonomi
PNM Investment Bidik Reksa Dana ETF Rp200 Miliar

ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/pd
Ilustrasi -- Karyawan melintas di depan papan pergerakan saham di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (12/7/2019).

 

PT PNM Investment Ma­nagement mela­ku­­kan penerbitan  rek­sa dana PNM ­Exchange Traded Fund (ETF) Core LQ45.

Kondisi pasar modal yang sedang tertekan membuat in­­vestor memiliki peluang un­­tuk meraih keuntungan dari pem­belian reksa dana yang akan mengalokasikan mini­mum 80% investasinya pada saham-saham yang tercatat di LQ45.

Direktur Utama PNM Investment Management Bambang Siswaji menyatakan pihaknya menargetkan untuk meraup dana kelolaan sebesar Rp200 miliar pada penerbitan reksa dana tersebut.

“Untuk awal Rp200 miliar. Semoga bisa dicapai paling lam­bat satu tahun. Namun, kalau bisa lebih cepat, tentu le­­­bih baik,” kata Bambang di Ge­­dung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, kemarin.

Saat ini ETF Core LQ45 telah mendapatkan  Rp6 miliar dari keseluruhan target tersebut. Pihaknya telah menjalin k­o­mu­­nikasi dengan lebih dari 10 instansi yang ingin ikut ber­investasi. Sebagian besar berasal dari dana pensiun lem­­­baga keuangan (DPLK), asuransi, dan yayasan.

Bambang optimistis target pengumpulan dana sebanyak Rp200 miliar dapat tercapai. Ia menilai penerbitan ETF saat ini merupakan waktu yang tepat bagi investor untuk melakukan investasi di produk tersebut.

“Justru di saat kinerja pasar saham yang terkoreksi, ini­­lah waktu yang tepat bagi investor untuk membeli ETF dan cocok bagi investor dengan skala investasi jangka panjang,” tandasnya.

Saat ini total  dana kelolaan  (asset under management/AUM) PNM IM naik signifikan mencapai 42% dari Rp8,56 tri-liun menjadi Rp12,1 triliun.

Direktur Operasional dan Keuangan PNM IM Ade S Dja­­janegara mengatakan pe­­­ningkatan dana kelola­an ­tersebut didorong oleh ­ter­­­bit­­nya produk-produk reksa da­­na baru.

Produk tersebut me­­liputi produk reksa dana penyertaan terbatas dan reksa dana jenis open-end, khususnya reksa dana pasar uang serta reksa dana terproteksi.

“Dalam kurun waktu lima tahun terakhir ini kinerja dana kelolaan perseroan terus mengalami tren pertumbuhan yang positif. Bertepatan dengan usia 20 tahun persero­an tahun ini, kita akhirnya mampu menembus rekor total AUM level dua digit,” tuturnya di Jakarta, Kamis (26/9).

Direktur Investasi PNM IM Solahudin menjelaskan peningkatan dana kelolaan ter­­­sebut menunjukkan kepercayaan investor yang semakin kuat terhadap perseroan.

Hal itu terbukti dari jumlah nasabah investor yang terus bertambah, baik investor institusi maupun ritel.

“Ke depan, kami terus ber­­ko­mitmen untuk memacu per­tumbuhan kinerja reksa dana kami dan meningkatkan kepercayaan investor. Kami menyadari, kepercayaan in­ves­tor merupakan kunci ­uta­­ma dalam menjalankan bisnis manajemen investasi,” tandasnya.

Ditutup melemah

Kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah seiring dengan sentimen positif yang minim dari domestik.

IHSG ditutup melemah 27,79 poin atau 0,45% ke posisi 6.169,1. Adapun kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 4,3 poin atau 0,44% menjadi 968,15.

“Pelemahan IHSG hari ini disebabkan oleh minimnya sentimen positif dari dalam negeri,” kata analis Binaartha Sekuritas, M Nafan Aji Gusta  Utama, seperti dikutip ­Antara. (E-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More