Selasa 01 Oktober 2019, 08:00 WIB

Proyek Kereta Cepat Memasuki Babak Baru

Media Indonesia | Ekonomi
Proyek Kereta Cepat Memasuki Babak Baru

ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah
Menteri BUMN Rini Soemarno (tengah) bersama Dubes Tiongkok untuk Indonesia Xiao Qian (kanan) dan Dirut PT KCIC Chandra Dwiputra (kiri).

 

MENTERI Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno memastikan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) berjalan sesuai target dan telah memasuki tahap pembangunan jalur layang (elevated).

Hal itu diungkapkan Rini saat menyaksikan langsung proses instalasi girder di casting yard #1, Cikarang Barat, Jawa Barat, kemarin.

"Ini adalah pemasangan pertama girder elevated. Kereta cepat ini memiliki lintasan sepanjang 142,3 km, yang terdiri dari 80 km jalur layang atau elevated, 16,79 km lintasan terowongan, dan sisanya lintasan biasa di atas tanah," ujar Rini.

Pemasangan instalasi girder dengan bobot 900 ton itu juga dihadiri Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Tumiyana, Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) Chandra Dwiputra, Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Xiao Qian, serta para pejabat dan direksi terkait lainnya.

"Kami harapkan pembangunan secara fisik akhir tahun 2020 sudah bisa terselesaikan, serta uji coba keretanya pada 2021," tegas Rini.

Total girder kereta cepat yang akan dipasang dari Jakarta hingga Bandung sekitar 2.000, dengan pemasangan 1.700 girder terfokus di wilayah Jakarta.

Setelah kereta cepat beroperasi, perjalanan Jakarta-Bandung sepanjang lebih dari 140 km itu akan dapat dinikmati dengan waktu tempuh kurang dari 60 menit.

Empat stasiun yang akan dilalui kereta cepat tersebut ialah stasiun Halim, stasiun Karawang, stasiun Walini, dan stasiun Tegalluar.

"Dari total 142,3 km trase kereta cepat, jarak Halim hingga Tegalluar akan dapat ditempuh hanya dalam waktu sekitar 36 menit untuk perjalanan langsung atau sekitar 46 menit untuk perjalanan tidak langsung," ungkapnya.

Rini mengklaim kereta cepat dilengkapi teknologi modern dengan sistem keamanan terbaik. "Ini pencapaian luar biasa dan suatu lompatan untuk memacu semangat sinergi semua pihak yang terlibat guna mewujudkan kereta cepat pertama pada 2021," tukasnya.

Direktur Utama PT KCIC Chandra Dwiputra mengatakan 60% dari total keseluruhan jalur KCJB didominasi struktur layang. Dengan demikian, pemasangan girder akan mendo-rong percepatan pembangunan jalur kereta cepat itu.

Chandra mengatakan progres lainnya ialah salah satu bridge continuous beam yang terbentang di atas ramp Tol Purbaleunyi telah sukses tersambung. "Terdapat milestone lain, salah satu bridge continuous beam kita yang berlokasi di Buah Batu, Bandung, telah sukses tersambung pada Rabu, 25 September lalu," tandas Chandra. (Ant/*/X-10)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More