Selasa 01 Oktober 2019, 07:20 WIB

Perusuh di Wamena Datang dari Luar

Akmal Fauzi | Politik dan Hukum
Perusuh di Wamena Datang dari Luar

ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/
Presiden Joko Widodo

 

PRESIDEN Joko Widodo menyebut kerusuhan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, yang mengakibatkan lebih dari 30 warga pendatang tewas ialah ulah kelompok kriminal bersenjata. Presiden meminta tidak ada pihak yang menggeser isu kerusuhan itu menjadi konflik etnik.

“Ini adalah kelompok kriminal bersenjata yang dari atas gunung turun ke bawah dan melakukan pembakaran-pembakaran rumah warga,” kata Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat, kemarin.

Jokowi mengucapkan belasungkawa atas adanya korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi pada Senin (23/9) tersebut. Dia pun meng-instruksikan Menko ­Polhukam Wiranto, TNI, dan Polri untuk mengejar para perusuh yang belum tertangkap.

Presiden juga mengimbau masyarakat tidak perlu eksodus dari Wamena karena aparat keamanan siap memberikan perlindungan.

“Karena ada yang masih merasa takut kemudian minta untuk dievakuasi ke Jayapura, ya dilakukan. Tetapi terus kita imbau agar masyarakat tidak keluar dari Wamena karena aparat keamanan sudah bisa mengamankan.”

Pemerintah, kata Presiden, akan melakukan apa pun untuk membuat Papua damai. Dia siap bertemu dengan siapa saja, termasuk ke-lompok-kelompok ­proreferendum, untuk membicarakan masalah Papua.

Ada dua kelompok yang disaran­kan bertemu Presiden, yaitu ­United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) dan Komite Nasional Papua Barat (KNPB). Saran itu diajukan perwakilan DPRD Papua dan Papua Barat saat bertemu Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko beberapa waktu lalu.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan pihaknya telah menetapkan lima tersangka terkait kerusuhan di ­Wamena.

Kabid Humas Polda Papua ­Kombes AM Kamal memastikan pelaku kerusuh­an dan pembunuhan di Wamena datang dari luar.

“Bukan penduduk asli Wamena (orang Lembah Baliem). Sebaliknya, dari hasil penyelidikan, justru o­rang asli Wamena-lah yang banyak membantu memberi perlindungan kepada para pendatang dengan mengamankan di rumah warga maupun gereja. Ini fakta yang nyata,” jelas Kamal.

Kepala Suku Lembah Baliem ­(Wamena) Agus Hubi Lapago meminta warga non-Papua tidak khawatir dan tidak mengungsi. “Masyarakat asli Wamena sangat mencintai masyarakat pendatang.”

Senada, seusai bertemu Wakil Gubernur Sumatra Barat Nasrul Abit di Gedung Negara Jayapura, kemarin, Gubernur Papua Lukas Enembe menegaskan bahwa pelaku kerusuh­an bukan warga Wawena. Lukas Enembe menyampaikan permohonan maaf dan belasungkawa kepada para korban dan keluarga mereka.

“Pemerintah daerah siap melakukan rekonstruksi dan rehabilitasi aset-aset milik pemerintah daerah serta toko dan kios masyarakat yang rusak dan terbakar. Kita berharap perekonomian di Wamena dapat segera pulih kembali,” ujar Gubernur Lukas. (Mal/Fer/Rif/MC/X-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More