Selasa 01 Oktober 2019, 02:35 WIB

Hasil di Korea Harus Jadi Motivasi

Despian Nurhidayat | Olahraga
Hasil di Korea Harus Jadi Motivasi

ANTARA
Pasangan bulu tangkis ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto

PERSATUAN Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menyebut gelar juara yang didapat pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dari Korea Terbuka 2019 bisa memunculkan kepercayaan diri mereka supaya bisa jadi lebih baik.

Apalagi, selama ini Fajar/Rian seperti selalu menemui kesulit­an ketika tampil di lapangan. Hal itu terlihat setelah keduanya kalah di partai puncak Asian Games 2018 dari senior mereka, yakni Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo.

“Hasil dari Korea Terbuka patut disyukuri, kita masih bisa mendapat gelar dari sektor ganda putra dan itu satu hal yg baik ya, terutama buat Fajar/Rian, karena itu akan menimbulkan kepercayaan diri lebih setelah mereka menjadi juara,” kata Sekretaris Jenderal PBSI, Achmad Budiharto, kepada Media Indonesia, kemarin.

Soal meningkatnya kepercayaan diri Fajar/Rian, se­pertinya sudah muncul sejak mereka memenangi Swiss Terbuka 2019 pada pertengahan Maret kemarin. Setelah mendapat gelar pertama di tahun ini, mereka bisa menaklukkan Marcus/Kevin di Malaysia Terbuka 2019 yang digelar sebulan setelah Swiss Terbuka.

Sayangnya, Fajar/Rian yang kini menempati peringkat keenam dunia, saat itu gagal jadi juara di ‘Negeri Jiran’ karena dijegal di semifinal oleh pasangan asal Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda.

Achmad mengatakan ada evaluasi juga untuk sektor ganda campuran seusai Korea Terbuka rampung, khususnya untuk Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti yang jadi andalan utama. Menurut Achmad, mereka harus lebih fokus agar bisa konsisten saat bermain. Pasangan yang saat ini bisa menunjukkannya ialah Rinov Rivaldy/Pitha Ha­ningtyas Mentari. 

Di sektor tunggal putra, Achmad menyoroti Shesar Hiren Rhustavito yang menurutnya sudah bisa stabil. Itu pada akhirnya membuat Indonesia memiliki andalan baru di sektor tunggal putra setelah Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting.

Dari sektor lainnya, apa yang masih perlu dibenahi menurut Achmad ialah bagaimana mengatasi faktor nonteknis yang bisa mengganggu konsentrasi saat bermain.


Berburu poin Olimpiade

Turnamen Indonesia Masters hari ini mulai digelar di Malang, Jawa Timur. Ajang tersebut diharapkan mampu jadi wadah pembinaan atlet-atlet muda Indonesia dan memberi peluang pembinaan. Pada tahun ini, panitia mencatat ada 281 peserta yang berasal dari 15 negara, seperti Tiongkok, Jepang, Thailand, India, Singapura, Malaysia, dan Amerika Serikat.

Achmad yang menjadi ketua panitia pelaksana Indonesia Masters berharap turnamen itu memunculkan minat anak-anak untuk menjadi atlet bulu tangkis nasional. “Kami harap, orangtua bisa membawa anak-anak mereka untuk menonton agar anak-anak mereka tertarik. Itu nanti akan menjadi cikal bakal pemain Indonesia ke depan,” kata dia.

Menariknya, cukup banyak bintang di turnamen yang sebenarnya hanya kelas Super 100 itu lantaran kali ini Indonesia Masters juga dipergunakan untuk mendapatkan poin menuju Olimpiade 2020. (Ant/R-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More