Selasa 01 Oktober 2019, 00:30 WIB

Cegah Penyakit, Air Bersih Dipasok

Liliek Dharmawan | Nusantara
Cegah Penyakit, Air Bersih Dipasok

ANTARA
Bantuan air bersih

 

DISTRIBUSI air masih menjadi satu-satunya solusi mengatasi krisis air dampak kemarau panjang. Di Jawa Tengah, jumlah daerah terdampak yang terus bertambah membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah harus bekerja keras. 

“Kami telah menyuplai tidak kurang dari 11,9 juta liter air bersih ke 88 desa di 15 kecamatan. Sebanyak 2.587 tangki sudah kami distribusikan kepada 18 ribu warga lebih,” ujar Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Purbalingga, Muhsoni, kemarin. 

Dia memastikan pengi-riman air bersih terus dilakukan hingga musim penghujan datang. “Kami bersyukur karena sejumlah lembaga juga turun tangan membantu warga, di antaranya dari komunitas, lembaga kemanusiaan, perusahaan daerah, dan CSR beberapa korporasi.” 

Masih di Jawa Tengah, krisis air bersih di Temanggung meluas ke 102 dusun di 28 desa dan 12 kecamatan. 

“Air bersih sudah disalur-kan sebanyak 600 tangki yang dilakukan 4 truk. Total anggaran yang kami miliki bisa digunakan untuk menyalurkan 750 tangki. Sampai hari ini kami masih akan mendistribusikan 150 tangki lagi,” ujar Plt Kepala BPBD ­Temanggung Gito Walngadi. 

Sebanyak 17 desa terdampak di Klaten juga terus diguyur bantuan air bersih. Total air bersih yang disalurkan mencapai 517 tangki. 

“Kami masih memiliki dana yang cukup untuk mendukung distribusi air bersih bagi warga yang membutuhkan,” ungkap Kepala BPBD Klaten Sip Anwar. 


Hindari wabah

Jumlah warga terdampak krisis air bersih di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, tercatat mencapai 26.512 jiwa. BPBD telah menyalurkan tidak kurang dari 3,3 juta liter air bersih. 

“Ada 43 kelurahan yang membutuhkan intervensi pemerintah dan lembaga lain dalam bentuk distribusi air bersih. Kita jaga masyarakat tetap mendapat pasokan air bersih sehingga terhindar dari ancaman penyakit karena kekurangan air bersih,” ujar Kepala BP-BD Kota Tasikmalaya Ivan Diksan.
 
Komitmen terus membanjiri warga dengan air bersih diungkapkan Bupati Sukabumi Marwan Hamimi. Salah satu lokasi yang terdampak krisis cukup parah ialah Kampung Salagombong, Sukadamai, Kecamatan Cicantayan. 
Kampung ini sudah tiga bulan mengalami krisis air bersih. “Kami sudah menyalurkan 10 ribu liter air bersih ke desa itu,” ungkap Marwan. 

Pemkab juga membangun irigasi darurat kekeringan. Pipa paralon sepanjang 80 meter dipasang untuk menyalurkan air.

Di Nusa Tenggara Timur, harapan petani di Desa Golobilas, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, pupus karena lahan mereka mengalami puso. Saluran irigasi yang selama ini mengalirkan air ke sawah sudah kering kerontang. Ratusan hektare lahan menyerah menerima nasib buruk, tak bisa panen. “Padi sudah berbulir, tapi karena sudah tiga minggu tidak dapat pasokan air, semuanya jadi puso,” keluh Kifli Ahamid, 57, petani. 

Di Desa Fatukanutu dan Noelbaki, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Pasokan air dari Bendungan Tilong ke persawahan sudah dihentikan sejak pertengahan September lalu.
 
“Di Noelbaki saja ada 70 hektare tanaman padi mulai mengering karena tidak ada pasokan air,” kata Moses Nuban, petani di Noelbaki. (LD/TS/JS/BB/AD/JL/PO/CS/YH/RF/DG/N-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More