Senin 30 September 2019, 21:25 WIB

Presiden Kaji Keberatan Buruh Soal Penaikan Tarif BPJS Kesehatan

Antara | Humaniora
Presiden Kaji Keberatan Buruh Soal Penaikan Tarif BPJS Kesehatan

Antara/ Bayu Prasetyo
Presiden Jokowi (tengah) didampingi Presiden KSPSI Andi Gani Nuwa Wea (kiri) dan Presiden KSPI Said Iqbal

 

PRESIDEN Joko Widodo berjanji akan meninjau ulang rencana penaikan iuran BPJS Kesehatan untuk kelas III. Pernyataan itu disampaikan presiden seusai bertemu Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea, dan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (30/10).

"Kami pertimbangkanlah. Karena memang harus berhitung harus berkalkulasi nanti kalau kenaikan BPJS tidak kita lakukan yang terjadi juga defisit besar di BPJS. Semuanya dihitung, semuanya dikalkulasi," kata Jokowi seusai pertemuan.

Pada kesempatan yang sama, Andi mengatakan, kebijakan menaikkan iuran untuk BPJS Kesehatan kelas III dari Rp25.500 menjadi Rp42.000 membebani masyarakat kecil.

"Kami meminta pemerintah untuk meninjau ulang kenaikan iuran BPJS Kesehatan di kelas III karena berpengaruh kepada buruh dan rakyat," imbuhnya.

Sementara, Said mengatakan, penaikan iuran BPJS Kesehatan itu tidak hanya memberatkan, tetapi berdampak pada sektor-sektor lainnya. Termasuk daya beli masyarakat kecil dan buruh.

Penaikan iuran juga beraku di kelas I dari Rp80.000 naik menjadi Rp160.000. KSedangkan kelas II, dari Rp51.000 menjadi Rp110.000.

Pertemuan itu juga turut membahas hal lain, seperti RUU Ketenagakerjaan yang merugikan buruh, dan rencana revisi PP Nomor 78/2015
tentang pengupahan. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More