Senin 30 September 2019, 23:10 WIB

Saudi Tolak Perang dengan Iran

Saudi Tolak Perang dengan Iran

AFP
Putra Mahkota Arab Saudi, Pange­ran Mohammed bin Salman

 

PUTRA Mahkota Arab Saudi, Pange­ran Mohammed bin Salman, angkat suara mengenai ketegangan negaranya dengan Iran. Ia menuturkan bahwa perang dengan Iran dapat menyebabkan kehancuran ekonomi global. Ia pun lebih memilih solusi nonmiliter alih-alih melancarkan ketegangan dengan Iran.

“Jika dunia tidak mengambil tindakan yang kuat dan tegas untuk menghalangi Iran, kita akan melihat eskalasi lebih lanjut yang akan meng­ancam kepentingan dunia. Pasokan minyak akan terganggu dan harga minyak akan melonjak ke angka yang tidak terbayangkan tingginya, yang belum pernah kita lihat di sepanjang hidup kita,” ujar Pangeran Mohammed bin Salman saat diwawancara dalam program CBS, 60 Minutes, Minggu (29/9).

Lebih lanjut, ia mengatakan perang antara Arab Saudi dan Iran akan menjadi bencana besar bagi perekonomian dunia.

“Wilayah ini mewakili sekitar 30% dari pasokan energi dunia, sekitar 20% dari bagian perdagangan global, sekitar 4% dari produk domestik bruto dunia. Bayangkan jika ketiga hal ini berhenti,” terangnya.

“Ini artinya kehancuran total perekonomian global, bukan hanya Arab Saudi atau negara-negara Timur Tengah,” tandasnya.

Ia pun menyinggung soal serang­an pesawat nirawak terhadap dua fasilitas minyak Saudi pada belasan September lalu. Menurutnya, serang­an yang oleh Saudi dan Amerika Serikat didalangi Iran tersebut ialah suatu kebodohan.

“Tidak ada tujuan strategis. Hanya orang bodoh yang akan menyerang 5% pasokan minyak global. Satu-satunya tujuan strategis ialah membuktikan bahwa mereka bodoh dan itulah yang mereka lakukan,” tukas MBS.

Pada kesempatan itu, Pangeran Mohammed pun dengan tegas membantah jika ia memerintahkan pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi pada Oktober tahun lalu. Ia mengatakan pembunuhan itu dilakukan tanpa sepengetahuannya.
“Sama sekali tidak. Ini merupakan kejahatan keji. Namun, ketika sebuah kejahatan dilakukan terhadap seorang warga negara Saudi oleh para pejabat, bekerja untuk pemerintah Saudi, sebagai seorang pemimpin saya harus bertanggung jawab. Ini ialah suatu kesalahan,” ungkapnya.

Laporan dari pakar hak asasi manusia PBB yang melakukan penyelidikan independen atas kematian Kashoggi mengungkapkan ada bukti yang dapat dipercaya, yang menunjukan keterlibatan MBS dan upaya untuk menutupinya. (AFP/Uca/X-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More