Senin 30 September 2019, 20:54 WIB

Sepekan, Bea Cukai Sulbagsel Gagalkan Dua Penyelundupan Ekstasi

mediaindonesia.com | Nusantara
Sepekan, Bea Cukai Sulbagsel Gagalkan Dua Penyelundupan Ekstasi

Istimewa/Bea Cukai
Operasi gabungan kali ini menggagalkan pemasok narkoba yang berusaha menyelundupkan pil ekstasi di dalam tubuh pelaku.

 

MODUS kejahatan narkotika di Wilayah Indonesia Timur kian meningkat, terbukti dari adanya temuan oleh Sinergi Bea Cukai dan instansi terkait dalam minggu-minggu terakhir ini.

Operasi gabungan kali ini menggagalkan pemasok narkoba yang berusaha menyelundupkan pil ekstasi di dalam tubuh pelaku pada 16 September 2019 dan 21 September 2019 lalu.

Keberhasilan penggagalan penyelundupan diawali informasi personil Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan (Sulsel) yang kemudian ditindaklanjuti oleh petugas Kanwil Bea Cukai Sulbagsel dan Bea Cukai Makassar dan Avsec Lion Air Group.

Tim gabungan kemudian menindak tersangka yang menggunakan pesawat Batik Air dengan rute Pekanbaru-Jakarta-Makassar.

Saat pemeriksaan ditemukan satu bungkus plastik berisi tablet obat terlarang jenis ecstasy atau Inex berjumlah 497 butir yang disembunyikan di selangkangan penumpang tersebut.

Selanjutnya pelaku dibawa menuju Kantor BNNP Sulsel untuk proses lebih lanjut.
Berselang kurang dari 1 minggu kemudian, pada 21 September 2019, tim gabungan kembali menggagalkan pengiriman 10 butir narkoba jenis Ecstasy yang dikirim via paket internasional.

Modus yg digunakan adalah menyembunyikan pil ecstasy tersebut dalam boneka mainan anak anak. Petugas kemudian melakukan controlled delivery dan mengamankan tersangka pelaku yang berdomisili Makassar.

Kepala Kanwil Bea Cukai Sulbagsel, Padmoyo Triwikanto, menyampaikan bahwa keberhasilan Bea dan Cukai dalam menggagalkan penyelundupan narkotika tersebut merupakan hasil sinergi antarinstansi yang melibatkan Ditjen Bea Cukai, BNNP Sulsel, Avsec, Airline dan Pos Indonesia. 

“Saya mengucapkan terima kasih serta mengharapkan operasi interdiksi bersama yang lebih kuat kedepannya dalam rangka menjaga generasi muda bangsa dari bahaya Narkoba," kata Padmoyo.

"Saya harap dengan adanya operasi ini juga menjadi perlindungan kepada masyarakat dari barang-barang yang dilarang maupun dibatasi, yang dapat mengakibatkan gangguan terhadap kesehatan dan keamanan serta moralitas,” tutur Padmoyo. (OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More