Senin 30 September 2019, 16:15 WIB

Program untuk Anak Muda dari Nia Dinata dan Nafa Urbach

Suryani Wandari | Weekend
Program untuk Anak Muda dari Nia Dinata dan Nafa Urbach

MI/ Susanto
Nia Dinata

MESKI berkiprah di bidang yang berbeda, Nia Dinata dan Nafa Urbach, memiliki persamaan. Keduanya memiliki program pemberdayaan dan peningkatan keahlian anak muda.

Nia memiliki program masterclass untuk para pembuat film dengan konsep camping. "Setelah mereka pulang, mereka akan mulai menulis naskah dan setiap tiga bulan akan dimentoring," kata sutradara film Arisan! ini saat menjadi narasumber dalam acara bincang-bincang bertajuk "Apa Arti dan Cara Mengisi Kemerdekaan di Mata Artis, Difabel dan Millenial" yang digelar oleh organisasi Keluarga Besar Wirawati Catur Panca (WCP), Jumat (27/9).  

Nia yang juga setidaknya telah menghasilkan 15 film, baik sebagai sutradara, penulis maupun produser ini telah menjalankan programnya sejak 2008. Dalam program tersebut, Nia menjelaskan jika bukan saja memberikan pengetahuan tentang teknik-teknik pembuatan film, melainkan juga memberikan wawasan tentang kebebasan bereksprasi dan batasan-batasannya. "Kebebasan berekspresi itu perlu namun harus ada batasannya," tukasnya.

Sutradara dan penulis film Berbagi Suami itu juga selalu berupaya mengetengahkan isu kesetaraan gender. Baginya, film dapat menjadi media yang berpengaruh untuk perjuangan kesetaraan gender karena besarnya dampak film bagi perubahan pikiran. "Masyarakat Indonesia belum sadar powerful-nya cinema itu bisa membuat pikiran lebih terbuka," kata Nia.

Sementara itu Nafa Urbach yang telah terjun di dunia politik berupaya ikut memberdayakan anak muda lewat penyediaan lapangan kerja di lini bisnisnya sendiri, yakni kedai kopi CLBK (Cara Lo Buat Kopi).

"Dalam 3 bulan, bersyukur  sudah ada 230 orang yang mendaftar ingin buka CLBK juga. Namun sampai saat ini baru 50 yang buka, kami usahakan 100  outlet sudah buka diahir tahun," kata Nafa yang juga menjadi nara sumber di acara tersebut.

Ketua Umum WCP Pia Ferasti Megananda mengemukakan jika program yang dilakukan Nia dan Nafa adalah salah satu wujud aktif perempuan dalam mengisi kemerdekaan. "Tugas kita bukan lagi merebut, tapi mempertahankan, Sekarang kita cari tahu dari tiga narasumber dari komunitas berbeda bagaimana cara mereka mengisi kemerdekaan," kata Pia. (M-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More