Senin 30 September 2019, 13:24 WIB

Polri Fokus Rehabilitasi Fasilitas Publik di Wamena, Papua

Ferdian Ananda Majni | Politik dan Hukum
Polri Fokus Rehabilitasi Fasilitas Publik di Wamena, Papua

ANTARA/Iwan Adisaputra
Warga mengantre untuk menaiki pesawat milik TNI di Bandara Wamena, Jayawijaya, Papua, Sabtu (28/9)

 

KEPALA Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan saat ini pihaknya fokus melakukan proses rehabilitasi terhadap rehabilitasi infrastruktur yang rusak guna mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat di Wilayah Wamena, Papua.

"Itu pun langsung mendapat dukungan dari pemeriksaan pusat, melakukan pembangunan-pembangunan infrastruktur agar bisa cepat pulih kembali kehidupan maupun ekonomi masyarakat di sana," Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (30/9)

Dedi menambahkan, jaminan keamanan juga sudah dipastikan oleh TNI-Polri dan kepala suku di Wamena. Oleh karena itu, para pengungsi segera dikembalikan ke wilayah masing-masing.

"Dengan jaminan keamanan, insyaallah nanti para pengungsi yang sudah ditampung, ada di Polres Jayapura, ada di Kodim, kemudian di Gereja, dan Masjid itu nanti akan berangsur-angsur (kondusif) kalau kondisi psikologisnya cukup baik akan dikembalikan ke Wamena," terangnya.

Dedi menjamin, Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw yang merupakan penduduk asli Papua dengan berpengalaman tugasnya tentunya bisa melakukan pendekatan dengan baik.

"Beliau (Irjen Paulus) berpengalaman selama sekian puluh tahun di sana, jadi secara komunikasi secara kalture beliau sudah sangat paham," pungkasnya.

Adapun jumlah pengungsi pascakerusuhan di Wamena yang tiba di Jayapura 3.213 orang. Saat ini masih tinggal di pengungsian berjumlah 543 orang. Mereka tersebar di Lanud Silas Papare sebanyak 101 orang, Rindam (104), YON 751 (172), Paguyuban Minang (106), Mushola Attaqwa (66).

Sebelumnya, sebanyak 3.100 warga di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, telah dievakuasi menuju Jayapura. Proses evakuasi pascakerusuhan yang menggunakan pesawat Hercules merupakan bagian dari misi kemanusiaan TNI.

Hal itu dikatakan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto kepada wartawan seusai memimpin Apel Kesiapan Pasukan Pengamanan Pelantikan Presiden dan Wapres RI, di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (30/9).

Seluruh warga yang berhasil dievakuasi, sambung dia, nantinya akan diantar ke daerah asal mereka.

Saat ini, TNI fokus mengevakuasi perempuan dan anak-anak. Sementara laki-laki dan remaja diharapkan tetap berada di Wamena agar roda perekonomian terus berjalan.

"Kurang lebih yang sudah kita angkut hampir 3.100 orang. Kita juga memberikan bantuan logistik untuk kebutuhan masyarakat di Wamena sebanyak 74 ton. Semua bantuan dari masyarakat maupun dari CSR sudah kita kirim," ujarnya. (OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More