Senin 30 September 2019, 10:36 WIB

TNI Evakuasi 3.100 Masyarakat dari Wamena ke Jayapura

Golda Eksa | Politik dan Hukum
TNI Evakuasi 3.100 Masyarakat dari Wamena ke Jayapura

ANTARA/Iwan Adisaputra
Warga antre menaiki pesawat milik TNI di Bandara Wamena, Jayawijaya, Papua.

 

SEBANYAK 3.100 warga di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, telah dievakuasi menuju Jayapura. Proses evakuasi pascakerusuhan yang menggunakan pesawat Hercules merupakan bagian dari misi kemanusiaan TNI.

Hal itu dikatakan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto kepada wartawan seusai memimpin Apel Kesiapan Pasukan Pengamanan Pelantikan Presiden dan Wapres RI, di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (30/9).

Seluruh warga yang berhasil dievakuasi, sambung dia, nantinya akan diantar ke daerah asal mereka.

Saat ini, TNI fokus mengevakuasi perempuan dan anak-anak. Sementara laki-laki dan remaja diharapkan tetap berada di Wamena agar roda perekonomian terus berjalan.

"Kurang lebih yang sudah kita angkut hampir 3.100 orang. Kita juga memberikan bantuan logistik untuk kebutuhan masyarakat di Wamena sebanyak 74 ton. Semua bantuan dari masyarakat maupun dari CSR sudah kita kirim," ujarnya.

Baca juga: Polisi Pastikan Situasi Wemena Hari Ini Kondusif

Selain dukungan alutista untuk mengangkut masyarakat dan bantuan logistik, TNI juga mengerahkan KRI Soeharso berikut tenaga medis.

Kapal rumah sakit itu disiapkan untuk mengobati warga yang terluka atau meninggal dunia akibat insiden.

"Kita kerahkan kapal rumah sakit dan tenaga medisnya dengan kemampuan dokter spesialis untuk patah tulang, luka bakar, dan luka akibat benda tumpul. Saat ini sudah beberapa kali dilakukan operasi termasuk operasi patah tulang yang kita bawa dari Wamena dan diturunkan di Jayapura," terang dia.

Di sisi lain, imbuhnya, untuk menjaga kondisi keamanan, pasukan TNI pun masih disiagakan di Wamena.

Prajurit bertugas menjaga dan menciptakan stabilitas keamanan sekaligus mendukung tugas kepolisian di wilayah tersebut. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More