Senin 30 September 2019, 11:15 WIB

Trump Ingin Bertemu Whistleblower Soal Ukraina

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Trump Ingin Bertemu Whistleblower Soal Ukraina

AFP/JIM WATSON
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

 

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Minggu (29/9), mengatakan ingin dan pantas bertemu whistleblower (pelapor rahasia) yang memicu dan menyeretnya ke risiko penyelidikan pemakzulan.

Whistleblower yang dijadwalkan memberikan kesaksian segera di hadapan Kongres mengkhawatirkan keselamatan mereka jika identitas mereka terungkap. Hal itu diungkapkan surat pengacara yang dirilis CBS News.

Melawan krisis terdalam kepresidenannya, Trump dalam serangkaian cicitan mencerca tuduhan bahwa ia harus dimakzulkan karena mendesak Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk menyelidiki Joe Biden, calon penantangnya untuk Gedung Putih 2020.

"Seperti setiap orang Amerika, saya layak bertemu dengan penuduh saya, terutama ketika penuduh ini, yang disebut 'whistleblower,' mempresentasikan percakapan sempurna dengan seorang pemimpin asing dengan cara yang benar-benar tidak akurat dan curang," ujar Trump.

Baca juga: Jaksa Ukraina Sebut tidak Ada Alasan Selidiki Keluarga Biden

Trump menuduh anggota parlemen Demokrat Adam Schiff berbohong kepada Kongres pekan lalu tentang isi percakapan Trump dengan Presiden Zelensky dalam panggilan telepon Juli lalu.

"Dia menulis dan membaca hal-hal yang mengerikan, kemudian mengatakan itu dari mulut Presiden Amerika Serikat. Saya ingin Schiff diperiksa di level tertinggi untuk penipuan & pengkhianatan," cicit Trump.

Para ajudan Trump dari Partai Republik tengah berupaya membalikkan keadaan pada Demokrat. Mereka bersikeras presiden adalah 'pelapor' yang sebenarnya ketika ia meminta Ukraina menyelidiki Biden dan putranya karena korupsi.

"Orang (whistleblower) ini adalah seorang penyabot yang berusaha merusak pemerintahan yang terpilih secara demokratis," kata penasihat Trump, Stephen Miller, dalam acara "Fox News Sunday".

Pengacara pribadi Trump, Rudy Giuliani--yang telah muncul sebagai figur penting dalam skandal Ukraina--mengatakan Trump berkewajiban mengangkat masalah dengan Ukraina.

"Jika dia tidak meminta mereka untuk menyelidiki Biden, dia akan melanggar konstitusi," kata Giuliani kepada ABC "This Week".

Ia membuat tuduhan bahwa Donald Trump dijebak Partai Demokrat. (AFP/OL-2)

Baca Juga

AFP/Niroj Chaoulagain

Banjir Bandang di Nepal Tewaskan 23 Orang

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 19:53 WIB
Hujan intensitas tinggi juga menyebabkan tanah longsor di sejumlah wilayah. Luapan Sungai Koshi semakin memperparah dampak banjir. Alhasil,...
AFP

PAP Menangi Pemilu Singapura dan Kembali Berkuasa

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 15:15 WIB
Partai Aksi Rakyat (PAP) yang berkuasa di Singapura berhasil mempertahankan kekuasaan dalam pemilihan umum, Jumat...
AFP/Justin Sullivan

Tekan Penyebaran Covid-19, California Bebaskan 8.000 Tahanan

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 15:04 WIB
Namun, kebijakan itu tidak berlaku bagi tahanan dengan kasus kekerasan dan pelecehan seksual. Sampai saat ini, 2.400 tahanan di wilayah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya