Senin 30 September 2019, 10:40 WIB

Industri E-commerce Kunci Pertumbuhan

Tesa Oktiana Surbakti | Ekonomi
Industri E-commerce Kunci Pertumbuhan

Dok. MI
Grafis E-Commerce

 

PELAKU industri e-commerce optimistis perkembangan teknologi digital akan menjadi salah satu kunci pertumbuhan ekonomi domestik. Pasalnya, masih banyak pangsa pasar domestik yang belum terjamah serta belum memiliki akses perbankan (unbanked).

“Kami meyakini perkembangan teknologi digital ini akan jadi kunci bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Maka itu, dalam 10 tahun terakhir, kami fokus mendorong pemerataan ekonomi secara digital,” ujar Vice President of Corporate Communications Tokopedia Nuraini Razak, ketika dihubungi Media Indonesia, akhir pekan lalu.

Ia menyatakan Tokopedia telah bertransformasi sebagai superecosystem, yakni sebuah infrastruktur yang menyeluruh dan mempermudah masyarakat, khususnya dalam berkolaborasi dengan mitra strategis. “Upaya ini dapat mengakselerasi pemerataan ekonomi secara digital di Indonesia,” jelas Nuraini.

Sebelumnya diberitakan Media Indonesia (26/9), Asian Development Bank menyatakan belanja daring menjadi salah satu faktor penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020. Perkembangan populasi generasi muda diyakini bakal meningkatkan transaksi belanja daring.

Nuraini melanjutkan, menginjak tahun ke-10, Tokopedia memiliki lebih dari 6,4 juta penjual yang memulai bisnis di platform tersebut. Ada sekitar 70% diketahui merupakan pelaku usaha baru.

Pada Mei 2019, Tokopedia mencatat nilai transaksi (gross merchandise value) sebesar Rp18,5 triliun. Hal itu mencerminkan sekitar 1% ekonomi Indonesia bergerak di Tokopedia.

“Kami sudah menjangkau 97% kecamatan di Indonesia. Dengan memiliki lebih dari 17 ribu pulau, potensi di Indonesia amat besar. Pasar domestik masih jadi fokus utama kami. Tentunya agar kami menjadi lebih relevan untuk Indonesia,” tutup Nuraini.

 

Masih besar

Hal sama diutarakan pelaku industri e-commerce lainnya, Bukalapak. Menyoroti potensi peningkatan belanja daring di Tanah Air, Bukalapak antusiasme dengan perkembangan sektor perdagangan elektronik atau e-commerce yang mendo­rong pertumbuhan ekonomi.

“Kami senang bisa berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi. Mengingat pengembangan ekonomi digital adalah salah satu bagian dari misi besar perusahaan,” ungkap Head of Corporate Communications Bukalapak, Intan Wibisono.

Sejak tiga tahun lalu, Bukalapak menyadari penetrasi sektor e-commerce di Indonesia masih besar karena baru berkisar 4,4%. Artinya, mayoritas pangsa pasar (market share) domestik belum terjamah. Populasi yang belum memiliki akses perbankan (unbanked) juga berkisar setengah dari jumlah penduduk.

“Beberapa persoalan ini kami coba jembatani melalui program offline to offline mitra Bukalapak, yang mengubungkan lebih dari dua juta warung dan agen individu di Indonesia,” imbuh Intan.

Saat masyarakat sudah terhubung secara daring, akses terhadap penyedia modal usaha makin luas, berikut kesempatan untuk menambah penghasilan dengan menjual berbagai produk virtual. Masyarakat juga dapat langsung memesan suplai barang tambahan kepada produsen.

“Kami terus berkomitmen membantu lebih banyak UMKM terinklusi secara finansial dan digital. Tujuannya mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tutup Intan. (S-5)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More