Senin 30 September 2019, 09:50 WIB

Ekspor ke Bosnia Naik 300%

Patna Budi Utami dari Sarajevo, Bosnia dan Herzegovina | Ekonomi
Ekspor ke Bosnia Naik 300%

Dok. Youtube
Acara Sarajevo Halal Fair 2019 di Sarajevo, Bosnia dan Herzegovina.

 
NERACA perdagangan Indonesia dengan Bosnia dan Herzegovina meningkat drastis sepanjang Januari-Juni 2019 jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Peningkatannya mencapai 335% lebih dengan total nilai ekspor US$979.745.

Direktur Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) yang berkantor di Budapest, Hongaria, Addy Perdana Soemantry, mengatakan, pada periode Januari-Juni 2018  angka ekspor ke salah satu negara di Semenanjung Balkan itu mencapai US$225.556.

“Ekspor terbesar terjadi pada produk elektronik, yang dalam enam bulan pertama tahun ini mencapai angka US$544.238. Ekspor terbesar kedua ialah produk kimia oxygen-function amino-compounds, naik dari US$20.876 menjadi US$128.322 di tahun ini,” paparnya di sela-sela acara Sarajevo Halal Fair 2019 di Sarajevo, Bosnia dan Herzegovina, akhir pekan lalu.

Dalam catatannya, produk elektronik buatan perusahaan multinasional di Indonesia laris manis di negara itu. Begitu pula dengan ekspor tekstil mencapai US$98.256 atau naik 159% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu senilai US$37.826.

Addy mengatakan potensi ­ekspor ke negara Bosnia dan Herzego-vina sangat besar karena banyak produk yang belum diproduksi di negara itu.

Di saat yang sama, ekonomi Bosnia terus meningkat. Begitu pula negara-negara lain di Eropa timur dan tengah lainnya.

“Indikator peningkatan ekonomi terlihat dari banyaknya pembangunan fisik. Makin banyak pembangunan gedung berarti ekonomi makin tumbuh. Kondisi ekonomi masyarakat menengah ke atasnya juga meningkat,” imbuh Addy.

 

Produk halal

Pengusaha Indonesia, Halim Kalla, yang juga hadir di acara Sarajevo Halal Fair 2019, menyampaikan potensi pasar produk Tanah Air di Bosnia dan Herzegovina tinggi, termasuk produk halal. Produk halal bukan hanya diminati oleh warga muslim, melainkan juga oleh nonmuslim  karena halal identik dengan higienis saat pemrosesannya.

Duta Besar RI untuk  Bosnia dan Herzegovina Amelia Achmad Yani mengatakan Indonesia selalu mendapat undangan sebagai peserta Sarajevo Halal Fair dari Bosnia Bank Internasional (BBI) selaku penyelenggara. Penyelenggaraan Halal Fair setiap tahun dibiayai oleh Islamic Development Bank.

Melalui Sarajevo Halal Fair, Indonesia juga terus berupaya memo-pulerkan kuliner Tanah Air.

Kali ini Kedutaan Besar RI di negeri itu mengenalkan masakan dari negeri tercinta, mi rebus medan. Berbeda dengan mi rebus lainnya, mi rebus medan yang dikenalkan kepada para pengunjung dan peserta pameran itu merupakan mi berkuah kental dengan topping sea food dan telur rebus.

Promosi kuliner Indonesia tersebut dilakukan sekaligus dengan memperlihatkan cara pengolahannya oleh salah satu warga negara Indonesia yang sehari-hari gemar memasak, Dimas Tjahjono Drajat. Pada Sarajevo Halal Fair 2018, stan Indonesia memperkenalkan nasi goreng dan satai ayam.

Seperti halnya pada Halal Fair terdahulu, kali ini para pengunjung antusias untuk mencicipi kuliner Indonesia yang dikenal kaya bumbu dan rempah-rempah. (E-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More