Senin 30 September 2019, 09:40 WIB

Amanah Realty Siapkan Rp150 M Bangun DeKost

Media Indonesia | Ekonomi
Amanah Realty Siapkan Rp150 M Bangun DeKost

Dok. DeKost Indonesia
Kantor Amanah Realty.

 

PT Amanah Indonesia Realty (Amanah Realty) menganggarkan capital expenditure (capex) hingga Rp150 miliar untuk mengembangkan produk properti terbarunya, DeKost Dramaga Riverside. Hunian dengan konsep vertikal kos sewa ini akan menjadi hunian berbasis syariah pertama di Indonesia.

Direktur Utama Amanah Realty ­Teu­­ku Fadhil Aruna mengatakan DeKost Dramaga Riverside ialah satu dari dua proyek yang di­­kerjakan Amanah Realty pada tahun ini.

“Untuk mendukung realisasi inves­­tasi tersebut, pada tahap awal perseroan menyiapkan capex hingga Rp50 miliar. Sementa­­ra untuk pembangunan proyek De­Kost Dramaga Riverside, perseroan menganggarkan capex sekitar Rp150 miliar,” ungkap Teuku di sela-sela aca­­ra Open House Persiapan Pembangunan Apartemen Syariah-DeKost Dramaga Riverside di Bogor, Sabtu (28/9).

Dia menambahkan, untuk unit pertama DeKost Dramaga Riverside di Bo­­gor diperkirakan dimulai proses pe­­nyerahan pada Oktober 2020.

Menurut Teuku, Amanah Realty memiliki misi menjadi pionir dalam mengembangkan properti dengan kepemilikan yang halal dan bebas dari riba. “Kami memandang ide besar DeKost Dramaga Riverside menjadi layak untuk diperkenalkan kepada para investor yang melihat ini sebagai salah satu investasi terbaik di ranah properti,” tukasnya.

Direktur Marketing Amanah Realty, Ahmad Ferza, menambahkan pihaknya memilih Kota Bogor menjadi lokasi proyek perdana DeKost Dramaga Riverside sebab Bogor memiliki Institut Pertanian Bogor (IPB) sebagai salah satu kampus dengan perkembangan akademik yang sig­ni­­fikan.

Selain itu, Bogor merupakan kota penyangga Ibu Kota yang menjadi lokasi favorit pengembangan pro-perti, baik sebagai hunian maupun investasi.

“Bogor dikenal sebagai salah satu kota yang islami dan menerapkan nilai-nilai ketimuran yang cukup kental dalam kehidupan masyarakatnya sehari-hari,” jelasnya. (RO/E-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More