Senin 30 September 2019, 07:54 WIB

Rakyat Prancis Sampaikan Salam Perpisahan untuk Chirac

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Rakyat Prancis Sampaikan Salam Perpisahan untuk Chirac

AFP/Sameer Al-Doumy
Warga Prancis mengantre untuk memberikan penghormatan terakhir untuk mendiang Presiden Jacques Chirac

 

RIBUAN orang, Minggu (29/9) waktu setempat, mengantre di Paris untuk mengucapkan salam perpisahan kepada mantan Presiden Prancis Jacques Chirac yang dikenang sebagai tokoh besar karismatik dalam politik domestik dan internasional.

Sebuah antrean besar mengitari kompleks Invalides untuk memberi penghormatan di peti jenazah Chirac menjelang hari berkabung nasional, Senin (30/9). Upacara peringatan diharapkan akan dihadiri puluhan pemimpin dunia.

Kepergian Chirac pada Kamis (26/9) lalu di usia 86 tahun memicu banjir belasungkawa kepada seorang pria dengan karier politik panjang hingga menjabat presiden sejak 1995-2007.

Tetapi kepergiannya juga memicu pertanyaan tentang seberapa banyak capaian selama masa jabatannya yang panjang. Sekali lagi ini menjadi sorotan atas korupsi pada waktu ia menjabat sebagai wali kota Paris.

Baca juga: Mantan Presiden Prancis Jacques Chirac Wafat

Namun, sebuah jajak pendapat di surat kabar Le Journal du Dimanche menunjukkan rakyat Prancis menganggapnya sebagai presiden terbaik mereka di era modern, bersama Charles de Gaulle.

Sebuah prosesi layanan doa multiagama diadakan di sekitar peti jenazah di Katedral Saint-Louis-des-Invalides di kompleks monumen peringatan Invalides dengan keluarga dekat, termasuk putri Chirac, Claude.

Istrinya yang mendampinginya selama enam dekade, Bernadette, 86, tidak dapat hadir dalam prosesi itu.

Para anggota masyarakat kemudian diizinkan masuk untuk melihat peti jenazah, terbungkus bendera Prancis dan diapit gambar Chirac.

Ribuan orang berbaris dalam antrean yang mengelilingi kompleks Invalides, tempat Napoleon Bonaparte dimakamkan, hampir satu kilometer, menghadapi cuaca hujan dan prospek penantian panjang.

"Selamat jalan Presiden, kami sudah merindukanmu," kata-kata di satu plakat yang diusung kerumunan.

"Chirac mewakili era tertentu," kata Marin Menzin, 21. "Jika dia melihat antrean hari ini, dia akan melompat ke kerumunan untuk berjabat tangan."

Hari berkabung nasional di Prancis pada Senin (30/9) akan diisi salah satunya dengan mengheningkan cipta selama satu menit di semua lembaga publik dan sekolah.

Peti jenazah Chirac akan meninggalkan Invalides pukul 09.00 waktu setempat, di bawah pengawalan militer melalui jalan-jalan Paris, sebelum tiba di gereja Saint-Sulpice untuk layanan peringatan terakhir yang dihadiri Presiden Emmanuel Macron.

Elysee mengatakan sekitar 30 kepala negara dan pemerintahan diperkirakan akan hadir, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin, Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban, dan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier.

Mantan pemimpin yang bekerja erat dengan Chirac, terutama termasuk mantan Kanselir Jerman Gerhard Schroeder, juga akan berada di sana. (AFP/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More