Senin 30 September 2019, 06:50 WIB

Dosen IPB Diduga Siapkan Bom Molotov

Dede Susianti | Politik dan Hukum
Dosen IPB Diduga Siapkan Bom Molotov

Dok. MI
Ilustrasi Penangkapan

 

RUMAH AB, seorang dosen IPB University, di Pakuan Regency Linggabuana X G. VI/1, RT 003/RW 07, Margajaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat, di­pa­sangi garis polisi. AB ialah satu dari enam orang yang ditangkap Tim Jatanras Krimum Polda Metro Jaya dan Densus 88, kemarin.

Dari informasi yang ­diperoleh, AB ditangkap di Jalan ­Maulana Ha­sanudin, Cipondoh, Kota Ta­nge­rang, Banten. Saat itu dia baru keluar dari rumah Laksamana SS di Perumahan ­Taman Royal 2, Jl Ha­syim Asyari, Tangerang.

AB diduga terlibat merencanakan kerusuhan atau membuat chaos Aksi Mujahid 212 dengan menggunakan bahan peledak. Bahkan, AB diduga berperan sebagai aktor intelektual atau yang menyuruh membuat bahan peledak sejenis bom molotov. Bom-bom itu di­simpan di rumahnya. Barang bukti yang disita ialah 29 bom molotov, 1 ponsel, KTP, dan dompet.

AB ditangkap beserta lima orang lainnya, yaitu  SS, S/L, YF, AU, dan OS. Keenam pelaku dijerat Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat No 12 Tahun 1951 terkait tindak pidana membuat, menguasai, membawa, menyimpan, mengangkut, menyerahkan, dan/atau berusaha menyerahkan bahan peledak.

Jaenudin, salah satu petugas keamanan yang berjaga di Blok Linggabuana, mengatakan sejak kemarin, rumah AB didatangi anggota TNI dan kepolisian.

Kepala Biro komunikasi IPB ­Uni­­versity, Yatri Indah Kusumastu­ti, mengatakan apa yang dilakukan AB di luar tanggung jawab IPB dan menjadi persoalan pribadi.

“Tidak ada kaitannya dengan tugas yang bersangkutan sebagai dosen IPB,” kata Yatri dalam siaran pers, kemarin.

Pihaknya mengaku terkejut dan prihatin atas pemberitaan penangkapan AB tersebut. “Terkait masalah ini, IPB menghormati proses hukum yang berlaku,” tukasnya.

Rektor IPB Arif Satria ­menjenguk AB di Polda Metro Jaya tadi malam.  “Saya sudah menjenguk beliau (AB) malam ini di Polda Metro Jaya. Saya sudah mendapat informasi dari dua sisi (AB dan Polda Metro Jaya). Ada yang faktual dan tidak, tapi tunggu saja besok (hari ini) Polda Metro Jaya akan jumpa pers soal tersebut,” kata Arif saat dihubungi, tadi malam.

Pihaknya akan membicarakan kasus AB dengan pihak keluarga. “Kami akan koordinasi dengan pihak keluarga soal pendampingan hukum.” (DD/Tri/Ant/X-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More