Senin 30 September 2019, 02:35 WIB

Momentum Positif Fajar/Rian

Despian Nurhidayat | Olahraga
Momentum Positif Fajar/Rian

ANTARA
Pasangan ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto

PENANTIAN ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto bisa kembali meraih gelar juara berakhir sudah. Di kejuaraan bulu tangkis Korea Terbuka 2019, Fajar/Rian menuntaskan penampilan dengan trofi juara.

Dalam laga final kemarin, Fajar/Rian menundukkan ganda Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda, dalam dua gim langsung dengan 21-16, 21-17.

Itu menjadi gelar ganda putra pertama Indonesia di Korea Terbuka dalam kurun 15 tahun. Indonesia terakhir kali merebut podium utama ganda putra Korea Terbuka pada 2014 melalui pasangan Luluk Hadiyanto/Alvent Yulianto. 

Gelar di Korea menjadi gelar kedua yang mampu direbut Fajar/Rian tahun ini. Sebelumnya, mereka menjadi kampiun di Swiss Terbuka, Maret lalu.

“Bersyukur bisa menang, semoga kami tidak cepat puas karena setelah ini masih banyak turnamen yang harus kami jalani,” ungkap Rian.

Senada dengan Rian, Fajar pun cukup senang dengan performanya di kejuaraan di Korea ini. Dia pun berharap agar keduanya dapat terus konsisten di kejuaraan-kejuaraan lainnya.

“Bersyukur bisa menang di sini (Korea). Semoga ke depannya kami bisa konsisten,” tambah Fajar.

Konsistensi penampilan memang menjadi kelemahan ganda putra ketiga Indonesia tersebut. Selepas merebut juara di Swiss, keduanya gagal mempertahankan konsistensi permainan. Bahkan, di bebe­rapa turnamen, mereka harus tersingkir di babak awal.

“Setelah ini masih banyak turnamen yang akan kami hadapi. Kami harus tetap fokus. Targetnya ingin tembus World Tour Finals 2019 di Guangzhou,” tegas Rian.  

“Persaingannya sangat ketat. Kami ingin fokus di setiap turnamen yang diikuti. Target besar ada, tapi kami tidak mau terbeban. Nanti kalau kami fokus di target besar saja, malah nanti turnamen yang di depan mata malah enggak fokus,” imbuh Fajar.


Sapu bersih  

Sementara itu, sapu bersih kemenangan jadi target tim bulu tangkis Indonesia di penyisihan Grup A Kejuaraan Dunia Beregu Junior 2019 di Kazan, Rusia, hari ini. Di laga perdana, Indonesia akan menghadapi Uganda. Grup A1 juga ditempati Finlandia.

Walau diunggulkan lolos ke babak selanjutnya, manajer tim Indonesia, Susi Susanti, meminta pemain tetap fokus dan tidak menganggap enteng lawan. Laga di babak pe­nyisihan dinilai Susi bisa menjadi ajang untuk beradaptasi dengan lapangan dan tempat pertandingan.

“Hari (kemarin) ini masih adaptasi lapangan. Kami juga ingatkan ke atlet supaya mereka waspada dan siap akan hal ini sehingga nanti bisa pintar-pintar mengatasi masalah yang ada di lapangan,” ungkap Susi.

Di penyisihan grup, Indonesia kemungkinan tidak akan menurunkan tim utama. “Mungkin saja yang akan diturunkan bukan pemain-pemain utama karena lawannya kalau dilihat kelasnya agak jauh,” ujarnya. (R-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More